Sejarah | Selama Perang Dunia II, beberapa minggu kemudian, seorang tentara memperoleh izin untuk kembali ke rumahnya. Segera setelah dia sampai di jalan dekat rumahnya, dia melihat sebuah truk militer yang diparkir penuh dengan mayat.
Dari apa yang dia lihat, dia tahu bahwa musuh telah mengebom kotanya. Truk itu membawa lusinan mayat dan bersiap diangkut dan dikuburkan secara massal.
Prajurit itu berdiri di depan mayat yang bertumpuk untuk melihat terakhir kalinya. Lama dia memperhatikan, dia melihat sepatu di kaki seorang “wanita” menyerupai sepatu yang sebelumnya dia beli untuk istrinya.
Maka dia bergegas ke rumahnya untuk memeriksanya, tetapi dengan cepat mundur dan kembali ke truk lagi memeriksa mayatnya, dan akhirnya dia menemukan mayat istrinya.
Setelah tenang kembali dari syok, tentara itu tidak ingin istrinya dimakamkan secara massal, sehingga dia meminta mayat istrinya ditarik dari truk untuk dikuburkan secara layak.
Selama pemindahan, ditemukan bahwa mayat istrinya itu masih bernapas perlahan meskipun sangat sulit.
Baca Juga:
- Selamatkan Cagar Alam Jantho Dari Tambang Ilegal
- Hitungan Jam, Bupati Alfarlaky Salurkan Bantuan Masa Panik Korban Kebakaran Di Julok
- Selamatkan Bumi, Camat Julok Larang Penebangan Hutan
- 5 Bulan Seberangi Sungai Pakai Sampan, Siswa SD di Aceh Timur Menanti Jembatan yang Tak Kunjung Dibangun
- 5 Bulan Menunggu, DPRK Aceh Timur Akhirnya RDP dengan BNPB: Zulfahmi Sentil Data Tak Sinkron dan Ego Sektoral
Oleh karenanya prajurit itu membawanya ke rumah sakit, di mana dia diberi bantuan yang diperlukan dan hidup kembali.
Bertahun-tahun setelah kecelakaan ini, sang istri, yang hampir dikubur hidup-hidup, melahirkan seorang anak laki-laki bernama VLADIMIR PUTIN. Dia adalah presiden Rusia saat ini.**

