Sejarah | Selama Perang Dunia II, beberapa minggu kemudian, seorang tentara memperoleh izin untuk kembali ke rumahnya. Segera setelah dia sampai di jalan dekat rumahnya, dia melihat sebuah truk militer yang diparkir penuh dengan mayat.
Dari apa yang dia lihat, dia tahu bahwa musuh telah mengebom kotanya. Truk itu membawa lusinan mayat dan bersiap diangkut dan dikuburkan secara massal.
Prajurit itu berdiri di depan mayat yang bertumpuk untuk melihat terakhir kalinya. Lama dia memperhatikan, dia melihat sepatu di kaki seorang “wanita” menyerupai sepatu yang sebelumnya dia beli untuk istrinya.
Maka dia bergegas ke rumahnya untuk memeriksanya, tetapi dengan cepat mundur dan kembali ke truk lagi memeriksa mayatnya, dan akhirnya dia menemukan mayat istrinya.
Setelah tenang kembali dari syok, tentara itu tidak ingin istrinya dimakamkan secara massal, sehingga dia meminta mayat istrinya ditarik dari truk untuk dikuburkan secara layak.
Selama pemindahan, ditemukan bahwa mayat istrinya itu masih bernapas perlahan meskipun sangat sulit.
Baca Juga:
- Beijing dan Malaysia Riba di Aceh Timur, Ngapain?
- Desa Hilang Diterjang Banjir, Hidup Berlanjut Dikawasan Relokasi Terkurung Sungai Tanpa Jembatan
- Angka Kecelakaan di Aceh Timur Meningkat, Kondisi jalan dan Etika dalam Berlalu Lintas Jadi Akibat
- Kasus Narkotika di Aceh Timur Meningkat 42,7% pada 2025
- DPW PKB Aceh Diserbu Calon Ketua DPC, Proses Penjaringan DPC PKB Aceh untuk Masa Bakti 2026-2031 Dibuka
Oleh karenanya prajurit itu membawanya ke rumah sakit, di mana dia diberi bantuan yang diperlukan dan hidup kembali.
Bertahun-tahun setelah kecelakaan ini, sang istri, yang hampir dikubur hidup-hidup, melahirkan seorang anak laki-laki bernama VLADIMIR PUTIN. Dia adalah presiden Rusia saat ini.**

