Sejarah | Selama Perang Dunia II, beberapa minggu kemudian, seorang tentara memperoleh izin untuk kembali ke rumahnya. Segera setelah dia sampai di jalan dekat rumahnya, dia melihat sebuah truk militer yang diparkir penuh dengan mayat.
Dari apa yang dia lihat, dia tahu bahwa musuh telah mengebom kotanya. Truk itu membawa lusinan mayat dan bersiap diangkut dan dikuburkan secara massal.
Prajurit itu berdiri di depan mayat yang bertumpuk untuk melihat terakhir kalinya. Lama dia memperhatikan, dia melihat sepatu di kaki seorang “wanita” menyerupai sepatu yang sebelumnya dia beli untuk istrinya.
Maka dia bergegas ke rumahnya untuk memeriksanya, tetapi dengan cepat mundur dan kembali ke truk lagi memeriksa mayatnya, dan akhirnya dia menemukan mayat istrinya.
Setelah tenang kembali dari syok, tentara itu tidak ingin istrinya dimakamkan secara massal, sehingga dia meminta mayat istrinya ditarik dari truk untuk dikuburkan secara layak.
Selama pemindahan, ditemukan bahwa mayat istrinya itu masih bernapas perlahan meskipun sangat sulit.
Baca Juga:
- Desil 8–10 Tidak Ditanggung JKA, Direktur RSUD Zubir Mahmud: Pasien Gawat Darurat Tetap Dilayani, Administrasi Belakangan
- Mimpi Panjang Terwujud: Politeknik IDI Resmi Berdiri di Aceh Timur, Kini Terima Murid Baru
- Piala Bupati Aceh Timur Cup 2026 Siap Digelar, Total Hadiah Rp100 Juta untuk Pelajar SMA/SMK/MA
- Pang Wanda Cetak Gol Sejak Menit ke-5, Lagend Julok Putra FC Menang Telak
- Menuju Aceh Timur Maju, Plt Sekda Adlinsyah Lantik 2 Pejabat Administrator Disdikbud
Oleh karenanya prajurit itu membawanya ke rumah sakit, di mana dia diberi bantuan yang diperlukan dan hidup kembali.
Bertahun-tahun setelah kecelakaan ini, sang istri, yang hampir dikubur hidup-hidup, melahirkan seorang anak laki-laki bernama VLADIMIR PUTIN. Dia adalah presiden Rusia saat ini.**

