Sejarah | Selama Perang Dunia II, beberapa minggu kemudian, seorang tentara memperoleh izin untuk kembali ke rumahnya. Segera setelah dia sampai di jalan dekat rumahnya, dia melihat sebuah truk militer yang diparkir penuh dengan mayat.
Dari apa yang dia lihat, dia tahu bahwa musuh telah mengebom kotanya. Truk itu membawa lusinan mayat dan bersiap diangkut dan dikuburkan secara massal.
Prajurit itu berdiri di depan mayat yang bertumpuk untuk melihat terakhir kalinya. Lama dia memperhatikan, dia melihat sepatu di kaki seorang “wanita” menyerupai sepatu yang sebelumnya dia beli untuk istrinya.
Maka dia bergegas ke rumahnya untuk memeriksanya, tetapi dengan cepat mundur dan kembali ke truk lagi memeriksa mayatnya, dan akhirnya dia menemukan mayat istrinya.
Setelah tenang kembali dari syok, tentara itu tidak ingin istrinya dimakamkan secara massal, sehingga dia meminta mayat istrinya ditarik dari truk untuk dikuburkan secara layak.
Selama pemindahan, ditemukan bahwa mayat istrinya itu masih bernapas perlahan meskipun sangat sulit.
Baca Juga:
- Implementasi Program PAUD-HI, Ratusan Anak Usia Dini Ikuti Edukasi – Simulasi Keselamatan Kebakaran
- Waspada Akun Facebook Palsu Catut Nama Firman Dandy untuk Modus Penipuan
- Penyelesaian Lahan Dinilai Belum Memuaskan, Aksi Massa Memanas di PT Bumi Flora
- Apresiasi Pemkab Aceh Timur, Azhari Tekankan Kesejahteraan Tgk Dan Guru Dayah
- MPA Aceh Timur Gelar MPA Award 2026, Buka Aneka Lomba Literasi dan Jurnalistik Pendidikan
Oleh karenanya prajurit itu membawanya ke rumah sakit, di mana dia diberi bantuan yang diperlukan dan hidup kembali.
Bertahun-tahun setelah kecelakaan ini, sang istri, yang hampir dikubur hidup-hidup, melahirkan seorang anak laki-laki bernama VLADIMIR PUTIN. Dia adalah presiden Rusia saat ini.**

