Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Ancaman gagal tanam mulai menghantui masyarakat di Kecamatan Simpang Ulim, Pante Bidari, dan Julok. Kerusakan tanggul dan jaringan irigasi akibat banjir hidrometeorologi akhir November 2025 hingga kini belum tertangani menyeluruh.
Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada ketahanan pangan sekitar 22 ribu jiwa yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Harapan masyarakat kini tertuju kepada Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman alias Haji Uma, agar mengawal percepatan penanganan darurat hingga ke pemerintah pusat.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Tanggap Darurat Tanggul dan Irigasi yang digelar di Ruang Kerja Camat Simpang Ulim, Senin (27/7/2026).
Hadir Staf Ahli Anggota DPD RI Haji Uma, Muhammad Furqan, para keuchik dari 3 kecamatan, Keujruen Blang, dan Mantri Tani Simpang Ulim.
Melalui berita acara yang ditandatangani bersama, pemerintah gampong dan unsur masyarakat resmi meminta Haji Uma memperjuangkan perbaikan infrastruktur pertanian di tingkat pusat.
Camat Simpang Ulim, Muhammad Yusuf mengatakan, tanpa perbaikan mendesak, ribuan hektare lahan persawahan dipastikan tidak bisa ditanami pada musim tanam mendatang.
“Tanpa perbaikan mendesak pada tanggul dan saluran irigasi, ribuan hektare sawah dipastikan tidak dapat digarap, yang berpotensi memicu ancaman kelaparan bagi puluhan ribu warga,” ujarnya.
Halaman Selanjutnya

