Dalam rapat tersebut, masyarakat mengusulkan 7 prioritas penanganan:
1. Perbaikan BHK 6–11 yang melayani Kemukiman Blang Nie dan 8 gampong
2. Penanganan darurat tanggul di Teupin Breuh 7 titik sepanjang ±100 meter
3. Perbaikan sayap Jembatan Arakundo
4. Rehabilitasi 9 titik irigasi di 9 desa
5. Normalisasi saluran sepanjang 15 kilometer
6. Perbaikan tanggul di Gampong Blang Gleum dan Desa Seumatang sepanjang 30 meter
7. Perbaikan Jembatan Kuala Simpang Ulim
“Seluruh usulan ini kebutuhan mendesak agar masyarakat dapat kembali mengolah lahan dan menjaga stabilitas ekonomi warga,” kata Muhammad Yusuf.
Muhammad Furqan, Staf Ahli Haji Uma, menyatakan dokumen hasil rakor akan segera diteruskan kepada Haji Uma untuk diperjuangkan melalui DPD RI. Pihaknya juga akan menyurati BNPB RI untuk mendorong percepatan penanganan darurat.
Baca Juga: Aceh Timur Kembangkan Padi Gogo di Lahan Sawit 806,34 Hektar, Ini Tujuannya!
Baca Juga: Masyarakat Aceh Timur Apresiasi Kinerja H. Ruslan M. Daud sebagai Anggota DPR-RI
“Sejauh ini aspirasi masyarakat sudah kami sampaikan kepada Haji Uma dan menjadi salah satu prioritas. Selanjutnya akan dibahas di tingkat DPD RI sekaligus mendorong langkah percepatan, baik penanganan darurat maupun solusi permanen,” ujar Muhammad Furqan.
Warga berharap aspirasi ini segera ditindaklanjuti agar musim tanam berikutnya tidak kembali gagal.


