Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Dalam rangka Bulan Peduli Disleksia, Yayasan Syedara Madani Center berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Aceh Timur menggelar edukasi bertema “Mengenal dan Mendampingi Anak Diseleksia di Sekolah”.
Kegiatan berlangsung di Aula Conical Caffe, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Sabtu (10/10/2026), dan diikuti 30 guru SD dan SMP.
Hadir sebagai pemateri dr. Rizki Yolanda, dan melalui daring dr. Athiyatul Aufie Sp.A, dan dr. Munadia Sp.KFR, AIFO-K.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru tentang kesulitan belajar yang dialami sebagian anak, sekaligus mendorong deteksi dini disleksia di sekolah.
Baca Juga: PAUD Inklusi Syedara Madani Buka Acara Peringatan Hari Anak di Aceh Timur
Baca Juga: Bunda Paud Aceh Timur Resmikan PAUD Syedara Madani Berkebutuhan Khusus di Gampong Blang Idi Rayeuk
Dokter Yayasan Syedara Madani Center Aceh Timur, dr. Rizki Yolanda mengatakan, disleksia berkaitan dengan kesulitan membaca, mengeja, dan mengolah bahasa tulis. Kondisi ini tidak berarti anak memiliki kecerdasan rendah.
“Jangan sampai anak-anak cerdas kita, karena kita tidak mengenali kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi, kehilangan potensinya,” ujar dr. Rizki.
Ia menilai anak dengan disleksia membutuhkan pendekatan pendampingan yang sesuai, bukan sekadar penilaian akademik di kelas.
Pihak yayasan berharap 30 guru yang hadir dapat meneruskan pengetahuan tersebut kepada rekan guru, orang tua, dan lingkungan sekolah, sehingga tanda-tanda diseleksia dapat dikenali lebih awal.
Sementara itu, dr. Nadila mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru, terutama terkait skrining dan deteksi dini pada anak usia dini.
“Banyak yang saya dapatkan di sini, di antaranya bagaimana kita mengetahui skrining dan deteksi dini pada anak-anak disleksia, terutama pada anak-anak usia dini,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan edukasi seperti ini terus dilaksanakan agar semakin banyak guru, tenaga kesehatan, dan masyarakat yang memahami disleksia dan bisa memberikan dukungan tepat sejak dini.


