Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Bencana banjir bandang dan longsor besar yang melanda Sumatera pada akhir November 2025 lalu berdampak luas. Berdasarkan data resmi Kementerian Dalam Negeri dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total ada 52 kabupaten/kota yang terdampak langsung.
Rinciannya meliputi 18 kabupaten/kota di Aceh, 18 kabupaten/kota di Sumatera Utara, dan 16 kabupaten/kota di Sumatera Barat.
Dari puluhan daerah terdampak tersebut, pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial menyiapkan anggaran sebesar Rp 435,3 miliar untuk bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dan Isi Hunian. Bantuan tersebut dikabarkan akan segera cair melalui PT Pos Indonesia.
Bantuan ini ditujukan bagi masyarakat terdampak. Dari total Rp 435,3 miliar tersebut, Rp 322,8 miliar merupakan bantuan Isi Hunian untuk 107.609 Kepala Keluarga (KK), sementara Rp 112,5 miliar berupa Jaminan Hidup bagi 83.333 jiwa. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendukung keluarga terdampak untuk melengkapi kembali kebutuhan rumah tangga pasca bencBara
Baca Juga: Jalinsum Sudah Bisa Dilewati, Banjir di Daerah Aceh Timur Ini Mulai Surut
Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Komplek Pemkab Solok Sumatera Barat
Namun, informasi yang beredar menyebutkan bahwa pada tahap awal ini baru 6 wilayah yang akan menerima pencairan. Adapun 6 daerah yang disebut akan cair dalam waktu dekat berdasarkan informasi yang beredar di media sosial TikTok yang menampilkan pernyataan Menteri Sosial Gus Ipul adalah:
- Kota Langsa
- Kabupaten Aceh Utara
- Kabupaten Nagan Raya
- Kabupaten Tapanuli Tengah
- Kabupaten Tapanuli Utara
- Kabupaten Lima Puluh Kota
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan dan rasa kecewa di kalangan warga terdampak, termasuk di Kabupaten Aceh Timur yang tidak masuk dalam daftar 6 daerah tersebut.
Kekecewaan warga semakin bertambah setelah beredarnya video di TikTok. Bahkan ada hal yang dinilai lebih menyakitkan, yaitu video seremonial bantuan yang diunggah oleh akun TikTok @satgas.prr, di mana klip pembagian bantuan tersebut kebanyakan diambil di Pendopo Aceh Timur, sementara kabupaten tersebut justru tidak termasuk dalam 6 kabupaten/kota penerima bantuan tahap ini.
Menanggapi hal tersebut, Pejuang Banjir Aceh Timur, Dedi Saputra, SH, menyampaikan aspirasi warga.
“Yang menjadi pertanyaan kami, mengapa Aceh Timur belum masuk dalam daftar 6 daerah yang akan cair ini. Kami khawatir ada kesan seperti dianaktirikan. Padahal dampak banjir di Aceh Timur juga sangat besar,” ujar Dedi, Senin (19/10/2026).
Ia mempertanyakan mekanisme penentuan daerah penerima bantuan tahap awal. Menurutnya, Aceh Timur juga termasuk daerah yang mengalami dampak banjir cukup parah, di mana banyak rumah warga rusak dan harta benda hanyut.
Dedi berharap ada penjelasan yang utuh dari pemerintah pusat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
“Kami sudah hampir satu tahun menunggu dan bersabar agar bantuan Jadup, stimulan dan bantuan kerusakan rumah bisa terealisasi. Kami berharap pemerintah pusat dapat berlaku adil dan proporsional. Kami juga berharap Bupati Aceh Timur Bapak Iskandar Usman Al-Farlaky dapat ikut memperjuangkan agar Aceh Timur segera menyusul dalam tahap berikutnya,” kata Dedi dengan nada bijak.
Ia menambahkan, warga Aceh Timur pada prinsipnya tetap mendukung dan mengapresiasi upaya pemerintah dalam menyalurkan bantuan, namun berharap agar pemerataan bantuan dapat segera dirasakan oleh seluruh daerah terdampak, tidak hanya 6 daerah tersebut.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Kementerian Sosial belum memberikan keterangan resmi terkait skema pencairan bertahap dan kepastian jadwal untuk kabupaten/kota lainnya di luar 6 daerah tersebut.


