Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Tim gabungan resmi menghentikan operasi pencarian Abdul Mutalib, seorang pawang boat atau sampan yang dilaporkan hilang setelah kecelakaan laut di perairan Idi Cut, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur. Hingga hari ketujuh pencarian, Rabu (4/11/2026), korban belum ditemukan.
Kasatpolairud Polres Aceh Timur, AKP Ade Candra, S.H., M.H., mengatakan, pencarian terakhir dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dengan memperluas area penyisiran hingga ke perairan Kecamatan Nurussalam.
Operasi melibatkan personel Satpolairud Polres Aceh Timur, Basarnas Kota Langsa, BPBD Aceh Timur, dan TNI AL, serta mendapat bantuan dari masyarakat nelayan setempat.
Penyisiran dilakukan mulai dari perairan Idi Rayeuk, Pantai Alue Muka Dua, hingga perairan Idi Cut. Tim kemudian memperluas pencarian ke wilayah perairan Nurussalam.
“Selama tujuh hari, tim gabungan telah berupaya maksimal melakukan pencarian dengan memperluas wilayah penyisiran dan melibatkan masyarakat nelayan. Namun, hingga operasi hari terakhir, korban belum berhasil ditemukan,” kata AKP Ade Candra.
Dijelaskan, operasi pencarian berakhir sekitar pukul 18.00 WIB setelah seluruh personel kembali ke Pos TNI AL. Dengan berakhirnya operasi tersebut, Abdul Mutalib untuk sementara dinyatakan hilang.
Meski operasi pencarian resmi ditutup, pihaknya tetap menjalin koordinasi dengan masyarakat nelayan untuk memperoleh informasi apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Kami tetap membuka koordinasi dengan para nelayan dan masyarakat pesisir. Apabila ada informasi mengenai keberadaan korban, kami akan segera menindaklanjutinya sesuai prosedur,” ujar AKP Ade Candra.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut. Menurut dia, sinergi antara Polri, Basarnas, TNI AL, BPBD, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya pencarian korban kecelakaan laut.

Sempat Berpesan: “Selamatkan Diri Kamu Saja”
Korban diketahui bernama Abdul Mutalib (60), pawang boat yang berdomisili di Dusun Tepi Sungai, Gampong Alue Ie Itam, Kecamatan Peudawa.
Berdasarkan keterangan saksi yang selamat, Sawalludin (25), peristiwa itu bermula pada Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, Abdul Mutalib bersama Sawalludin berangkat melaut dari perairan Peudawa menuju perairan Idi Cut untuk mencari ikan menggunakan boat jalo atau sampan kecil.
Ketika hendak kembali ke Peudawa, tepatnya sekitar tiga mil dari bibir pantai Idi Cut, kemudi boat atau daun kipas di bagian bawah boat mereka terlepas.
Abdul Mutalib kemudian menyelam ke bawah boat untuk memperbaiki bagian tersebut. Ia berhasil memperbaikinya, tetapi saat hendak naik kembali, ombak besar disertai angin kencang tiba-tiba menghantam boat. Abdul Mutalib pun terjatuh kembali ke laut dalam kondisi lemas.
Melihat kejadian itu, Sawalludin langsung melompat ke laut untuk menolong korban. Ia berusaha menggendong Abdul Mutalib di punggungnya sembari berjuang menyelamatkan diri. Namun, boat mereka hanyut terbawa arus dan semakin menjauh.
Di tengah perjuangan melawan arus laut, Abdul Mutalib sempat menyampaikan pesan yang menyentuh kepada Sawalludin.
“Kamu lepaskan saya, kamu selamatkan diri kamu saja,” ucap Abdul Mutalib sebagaimana dituturkan saksi.
Setelah menyampaikan pesan tersebut, Abdul Mutalib melepaskan pegangannya. Sawalludin kemudian terus berusaha berenang menuju pantai untuk menyelamatkan diri.
Sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, Sawalludin akhirnya berhasil mencapai bibir pantai Alue Dua Muka O, Kecamatan Idi Rayeuk, dalam keadaan selamat.
Kabar hilangnya Abdul Mutalib menjadi duka dan kekhawatiran bagi keluarga serta masyarakat setempat.