Close Menu
    info terkini

    Kepala Desa Terlibat Jaringan Pengedar Narkoba Pod Getar

    Facebook Instagram YouTube
    INFO ACEH TIMUR
    REDAKSI
    • Aceh
      • Info Utama
      • Aceh Tamiang
      • Aceh Utara
      • Kota Langsa
    • Aceh Timur
      • Breaking News
    • Nasional
      • Internasional
      • Beasiswa
      • Autotekno
    • Humaniora
      • Citizen
      • Opini
      • Sejarah
    • DPRK Aceh Timur
    • Info Loker
    • Indeks Berita
    INFO ACEH TIMUR
    Home > Keluh Kesah Anak Nelayan Aceh Timur Sang Ayah Terdampar di Myanmar
    Aceh Timur

    Keluh Kesah Anak Nelayan Aceh Timur Sang Ayah Terdampar di Myanmar

    IlhamJuly 12, 2024
    Share: WhatsApp Facebook Copy Link
    Adinda Rahayu. Foto: SerambiNews/Maulidi Alfata
    Share
    WhatsApp Facebook Copy Link

    Infoacehtimur.com, Aceh Timur – Keluh kesah dari seorang anak nahkoda kapal KM Aslam Samudera, bernama Adinda Rahayu (23), sedangkan ayahnya bernama M. Nur.

    M. Nur merupakan nahkoda kapal KM Aslam Samudera, warga Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, berada di Myanmar bersama enam temannya.

    Advertising
    Demo

    “Kami rindu dengan ayah, biasanya ditinggalkan hanya sepuluh hari atau seminggu,” kata Adinda, seperti dikutip Infoacehtimur.com, melalui SerambiNews.com, Jum’at (12/7/2024).

    Adinda berujar, kali ini ayah sudah cukup lama berangkat dan dengar kabar beliau ditangkap kami syock. Dijelaskan dia, awalnya, ayah berangkat 24 Juni dari Kuala Idi berlayar ke laut.

    BACA JUGA: Kasus 7 Nelayan Aceh yang Terdampar di Myanmar Ditangani Kemlu dan KBRI Yangon

    BACA JUGA: Ketua Komisi I DPR Aceh, Al-Farlaky Surati Kemlu Soal 7 Nelayan di Myanmar

    Pada Kamis 11 Juli 2024, Adinda mendapat telepon dari salah satu nomor Myanmar +95 dan ternyata itu adalah ayahnya, mereka pun saling terhubung.

    Ayahnya meminta mereka untuk merekam dan melaporkan bahwa crew kapal Aslam Samudera terdampar di Myanmar karena kehabisan bahan bakar.

    “Setelah itu nomor +95 itu telepon lagi tapi sudah bukan ayah yang bicara, orang lain bicara dengan bahasa yang tidak kami mengerti,” ujarnya.

    “Orang itu lalu mengucap kata send money, maksudnya kirim uang. Habis itu kami matikan terus sambungannya,” ujarnya lagi.

    Diketahui, adapun awak KM Aslam Samudera yang berada di Myanmar yakni M Nur (nakhoda) warga Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Annas (kepala kamar mesin), warga Pusong, Kota Langsa.

    Sedangkan lima anak buah kapal lainnya yakni Mustafa Kamal warga Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur. Serta Abdullah, Helmi, dan Mola Zikri, semuanya dari Kota Langsa, dan Muzakir asal Matang Kuli, Kabupaten Aceh Utara.***

    Editor : Ilham

    Myanmar Nelayan Aceh Timur
    Demo
    Media Sosial Kami
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • Channel WA
    • Twitter
    • Instagram
    Demo
    Demo

    Kepala Desa Terlibat Jaringan Pengedar Narkoba Pod Getar

    ridhaAugust 11, 2026

    Infoacehtimur.com, Banda Aceh – Seorang Kepala Desa (Keuchik) di Aceh Utara berinisial RB (41) diringkus…

    16 Calon Anggota Baitul Mal Aceh Timur Lulus CAT, Masyarakat Diberi Waktu 10–15 Agustus Sampaikan Tanggapan

    August 11, 2026

    Baitul Mal Aceh Timur Buka Penerimaan Proposal Bantuan Guru Dayah dan Santri, Pendaftaran Gratis

    August 10, 2026
    INFO ACEH TIMUR

    Portal Berita Aceh Timur dan Dunia

    Facebook Instagram YouTube WhatsApp
    terkini

    Kepala Desa Terlibat Jaringan Pengedar Narkoba Pod Getar

    August 11, 2026
    terpopuler

    Baitul Mal Aceh Timur Buka Penerimaan Proposal Bantuan Guru Dayah dan Santri, Pendaftaran Gratis

    August 10, 2026
    • Beranda
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    Copyright © 2018 - 2026 PT. Info Aceh Utama.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.