Infoacehtimur.com | Nasional – Warga Aceh Timur dan beberapa kota besar di Indonesia dikejutkan dengan antrean panjang di SPBU setelah Menteri ESDM, Bahlil Lahaladia, menyatakan bahwa stok BBM hanya bisa bertahan 20 hari lagi. Pernyataan ini memicu kepanikan masyarakat, terutama setelah berita tentang potensi terganggunya pasokan BBM akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Kapolres Aceh Timur, AKBP Irwan Kurniadi, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dan membeli BBM sesuai kebutuhan. “Warga kami imbau tidak melakukan panic buying. Pembelian BBM hendaknya dilakukan sesuai kebutuhan seperti biasa,” katanya.
Menurut Kapolres, ketersediaan BBM di Aceh Timur masih relatif aman dan belum ditemukan gangguan distribusi signifikan. Pihak kepolisian terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi BBM lancar.
Baca Juga: Semangat Baru Aceh Timur: Legalisasi Sumur Minyak Rakyat
Baca Juga: Tambang Minyak Ilegal di Aceh Timur: Polisi Dituduh Tebang Pilih
Pernyataan Menteri ESDM ini juga memicu trauma sosial dan kepanikan ekonomi, terutama di daerah yang pernah mengalami bencana banjir dan longsor. Warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Kini, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memberikan klarifikasi terkait pernyataan sebelumnya tentang cadangan BBM yang cukup untuk 20 hari. Ia menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah kemampuan daya tampung nasional yang hanya maksimal untuk 25 hari, dan saat ini sudah mencapai 23 hari, di atas standar minimal cadangan nasional.
Bahlil juga menegaskan bahwa pasokan BBM dan LPG di Indonesia tidak terganggu oleh konflik AS-Iran, karena Indonesia mengimpor bensin dari Asia Tenggara, bukan Timur Tengah. Namun, jika konflik berlangsung lama, ada kemungkinan pasokan akan terganggu.
Presiden Prabowo telah memerintahkan untuk membangun storage untuk meningkatkan cadangan BBM, dan Bahlil merencanakan pembangunan tersebut di Sumatra.

