Infoacehtimur.com | Aceh Timur — Sekretaris Jenderal Gerakan Titipan Rakyat (Getar) Aceh, Teuku Izin, meminta semua pihak menahan diri menyikapi polemik yang melibatkan Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al Farlaky. Ia menegaskan, segala persoalan yang berkembang sebaiknya diserahkan sepenuhnya ke proses hukum yang sedang berjalan.
“Prioritas utama saat ini adalah mempercepat pemulihan pascabencana, jangan sampai polemik seperti ini malah mengganggu proses jalannya pemulihan yang sedang berjalan dengan baik,” kata Teuku Izin, Kamis 7/5/2026.
Menurut Teuku Izin, langkah menahan diri penting demi menjaga stabilitas dan kondusivitas masyarakat Aceh Timur. Polemik yang terus bergulir dikhawatirkan mengganggu jalannya pemerintahan, terutama agenda pemulihan pascabencana yang jadi prioritas utama Pemkab.
Ia mengingatkan, masyarakat Aceh Timur masih menghadapi dampak banjir hidrometeorologi akhir November 2025 lalu. Bencana itu merusak sejumlah infrastruktur dan memukul kehidupan sosial-ekonomi warga.
“Karena itu, kami berharap semua pihak dapat memberikan ruang kepada Bupati Al Farlaky untuk bekerja secara maksimal dalam memulihkan kondisi masyarakat tanpa terganggu oleh polemik yang berkembang,” tegasnya.
Baca Juga: Fokus Pemulihan Bencana Aceh Tersisa di 3 Kabupaten/Kota
Baca Juga: Suara Sunyi Pemulihan Pascabencana Aceh
Sementara itu, puluhan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dari berbagai sagoe di Aceh Timur resmi melaporkan sekitar 20 akun media sosial ke Polres Aceh Timur. Laporan atas dugaan pencemaran nama baik terhadap Bupati Al Farlaky.
Laporan ini respons atas maraknya konten medsos yang dinilai mengandung fitnah dan menyerang kehormatan pribadi. Para pelapor menyebut tuduhan yang beredar tidak disertai bukti jelas dan berpotensi menyesatkan opini publik.
Tak hanya melapor, para eks kombatan GAM juga mendeklarasikan dukungan terhadap kepemimpinan Bupati Al Farlaky hingga akhir masa jabatan. Mereka mendorong proses hukum terhadap penyebar fitnah berjalan sesuai ketentuan.
Teuku Izin menekankan, energi semua pihak sebaiknya diarahkan untuk pemulihan Aceh Timur. “Jangan sampai masyarakat jadi korban kedua kali: sudah kena bencana, lalu terhambat pemulihannya karena gaduh politik,” ujarnya.
Pemkab Aceh Timur saat ini masih fokus memperbaiki jalan, jembatan, tanggul, serta pemulihan ekonomi warga terdampak banjir.
Sumber Komparatif.ID

