Infoacehtimur.com – Masyarakat petani di Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, antusias mempelajari tata cara budidaya tanaman tembakau. Tembakau termasuk Komoditas Tanaman Perkebunan Semusim atau komoditas industri, bukan klasifikasi holtikultura sebagainana budidaya tanaman sayur pada umumnya.
Pelatihan budidaya tanaman tembakau yang diikuti oleh lebih 30 orang petani dari Kecamatan Madat, Pante Bidari, Nurussalam dan Kecamatan Indra Makmur, dilaksanakan selama dua hari, sejak Selasa pagi hingga Rabu siang, (10/6/2026) di Gampong Baro, Kecamatan Julok, Aceh Timur.
Keuchik Gampong Baro, menerangkan bahwa Pelatihan Budidaya Tanaman Tembakau ini merupakan Program Pemberdayaan masyarakat dari DBH Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT). Diantar sejumlah figur penting yang hadir dan terlibat dalam pelaksanaannya ialah Kabid pada Dinas Pertanian & Pekebunan Provinsi Aceh, Fakhrurrazi,SP.,M.Sc, dan Kabid pada Dinas Perkebunan & Peternakan Kabupaten Aceh Timur Elfiadi,SP.,M.M.

“Kepada saudara kami (penyelenggara pelatihan), saya ucapkan selamat datang di Gampong Baro, Julok. Terimakasih sudah memilih desa kami sebagai lokasi pembelajaran program tembakau ini. Semoga berjalan sebagimana mestinya, agar mendongkrak perekonomian masyarakat julok dan aceh timur pada umumnya”, ucap Keuhik Gampong Baro, Yuslizar.
Lahan untuk pembinaan awal budidaya tembakau bagi petani dalam program tersebut dilaksanakan di lingkungan Dayah Raudhatul Ridha, Gampong Baro.
Setelah pelatihan awal pada Rabu (10/6), petani peserta pelatihan turut dibekali dengan bibit untuk praktik penanaman awal.
Para petani dilatih oleh Teknisi Budidaya Tanaman Tembakau, Saiful Rahman. Ia merupakan mantan Asisten Bidang Tanaman pada PTPN-2 dan berpengalaman 20 tahun lebih dalam proses pembibitan dan budidaya tanaman Tembakau.
Keuhik Gampong Baro, Yuslizar, menambahkan berdasarkan pemaparan mentor, bahwa program tersebut sebelumnya telah berhasil dijalankan untuk petani tembakau di Takengon.
Keberhasilan yang sama diharapkan dapat terwujud di kawasan petani Aceh Timur, demi menambah potensi sektor pertanian Aceh Timur yang dapat meningkatkan kualitas ekonomi keluarga masyarakat petani.

