Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Timur, Ny. Dr. Lismawani Iskandar Al Farlaky, S.Pd., M.Ag menyerahkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada penerima di Aula Pendopo Bupati setempat, Jumat (21/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Lismawani menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi keluarga merupakan salah satu fokus utama dalam Sepuluh Program Pokok PKK, khususnya pada Pokja yang menangani bidang sandang, pangan, dan koperasi.
“Pemberian bantuan usaha ekonomi produktif ini adalah wujud kepedulian pemerintah melalui Dinas Sosial dan TP PKK untuk membantu, mendukung, serta memajukan usaha para penerima manfaat pada hari ini,” kata Lisma.
Baca Juga: Dekranasda Aceh Tinjau Kelompok Pengrajin Simpang Ulim, Lismawani Iskandar Taruh Harapan Besar
Baca Juga: Aceh Timur Raih Dua Penghargaan Apresiasi Bunda PAUD Provinsi Aceh
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Sosial atas alokasi dan penyaluran program bantuan UEP tersebut.
Menurutnya, program UEP merupakan bentuk nyata sinergi dan kepedulian pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, mengurangi kerentanan sosial, serta mendongkrak gairah usaha mikro di daerah.
“Oleh karenanya, bantuan yang diserahkan hari ini bukanlah sekadar seremonial atau bantuan sesaat, tetapi merupakan amanah sekaligus modal awal untuk merintis atau mengembangkan usaha ekonomi yang sedang dijalankan,” papar Lisma.
Lismawati berpesan agar bantuan dimanfaatkan secara bijak dan produktif sesuai peruntukannya, agar usaha yang dikelola dapat tumbuh, berdaya saing, dan mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan keluarga.
“Jadikan ini sebagai langkah awal untuk meningkatkan pendapatan keluarga dan menggerakkan ekonomi di lingkungan kita. Gunakan dana atau alat bantuan secara bijak sesuai kebutuhan usaha. Tetap semangat, tekun, dan terus belajar mengembangkan produk atau jasa yang dikelola,” pesannya.
“Semoga usaha yang dijalankan semakin berkembang, berkah dan mandiri ke depan,” harap Ketua TP PKK Aceh Timur.
Adapun bantuan yang diberikan kepada 30 ibu-ibu penerima berupa peralatan rumah tangga seperti mixer dan blender, serta bahan pokok pembuatan makanan dan kue.

