Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Kementerian Sosial (Kemensos) akhirnya buka suara terkait penyaluran bantuan Jatah Hidup (Jadup) untuk masyarakat Aceh Timur.
Pihak Kemensos menegaskan, bantuan yang dialokasikan pemerintah pusat sebenarnya cukup besar, termasuk untuk Jadup. Namun penyalurannya masih terkendala persoalan data.
“Bantuan yang diberikan oleh pemerintah itu cukup besar ya, sama Jadup-nya. Tentunya basisnya adalah data. Data ini paling krusial,” jelas perwakilan Kemensos.
Ia mengapresiasi langkah Bupati Aceh Timur yang terus berjuang menghadirkan data yang akurat dan terverifikasi. Pasalnya, data penerima bersifat dinamis dan akan terus bertambah.
Baca Juga: Bencana Tak Berujung: Desa Seuneubok Saboh Tak Dapat Bantuan JADUP
Baca Juga: Al-Farlaky Tegaskan Dirinya Tidak Pernah Meninggalkan Para Penyintas Banjir Aceh Timur
“Alhamdulillah Pak Bupati Aceh Timur terus berjuang untuk bisa menghadirkan data yang akurat dan terverifikasi. Tentu data yang dinamis akan bertambah terus,” ujarnya.
Untuk itu, Kemensos memastikan akan menyalurkan secara bertahap data-data yang sudah terverifikasi sesuai arahan Kemendagri, dengan prinsip semakin cepat semakin baik.
Mekanismenya, setelah data terverifikasi, baru dikirim ke Kementerian Keuangan. Setelah di-ACC, Kemensos baru mengeluarkan surat instruksi ke PT Pos Indonesia untuk penyaluran bantuan.
“Setelah terverifikasi baru kita kirim ke Kementerian Keuangan dan setelah mereka Acc, baru kita keluarkan surat instruksi ke PT Pos Indonesia untuk penyaluran,” jelasnya.
Saat ini, meski alokasi anggarannya cukup besar, bantuan Jadup baru tersalurkan sekitar 30 sampai 40 persen.
