Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Suasana haru menyelimuti penyambutan 13 nelayan asal Aceh Timur yang selama tujuh bulan ditahan di Thailand. Tangis bahagia pecah saat mereka akhirnya menginjakkan kaki kembali di kampung halaman, Sabtu (19/9/2026).
Kedatangan mereka disambut langsung oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, didampingi istrinya Ny. Lismawani Iskandar Al-Farlaky. Pelukan hangat dari Bupati mengobati rindu panjang para nelayan yang terpisah dari keluarga.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras memulangkan mereka.
“Alhamdulillah, 13 saudara kita nelayan Aceh Timur hari ini telah kembali dengan selamat. Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, saya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri RI, KBRI, Pemerintah Aceh, Panglima Laot, serta semua pihak yang bekerja keras memulangkan mereka,” ujar Iskandar.
Baca Juga: Otoritas Myanmar Bebaskan Tujuh Nelayan Aceh Timur
Baca Juga: Nelayan Aceh Timur Berharap Pengerukan Muara Kuala Idi, Wagub Aceh Turun Tangan
Bupati mengaku turut merasakan beratnya penantian keluarga selama tujuh bulan.
“Kita tahu, menjadi nelayan penuh risiko demi menafkahi keluarga. Kami turut merasakan beratnya penantian ini. Hari ini adalah hari bahagia, karena mereka kembali ke pangkuan keluarga,” tambahnya.
Bupati juga memberi peringatan tegas agar kejadian serupa tak terulang. Ia meminta Panglima Laot di Aceh Timur lebih aktif menyosialisasikan batas wilayah perairan.
“Keselamatan para nelayan adalah prioritas. Saya minta Panglima Laot terus memberikan pemahaman agar tidak ada lagi yang melintas masuk ke perairan negara lain. Lengkapi dokumen dan pahami aturan yang berlaku,” tegasnya.
Salah satu nelayan tak kuasa menahan haru dan menyampaikan terima kasih atas perhatian Bupati. Pemkab Aceh Timur memastikan akan terus mendampingi dan memberikan pembinaan bagi para nelayan tersebut.
Turut hadir Kepala Dinas Sosial Aceh, Kepala Dinas Perikanan Aceh Timur, Plt. Kepala Dinas Sosial Aceh Timur, Ketua Baitul Mal Aceh Timur, Panglima Sagoe KPA Meuh Ijoe, serta Panglima Laot Idi Cut.

