Close Menu
    info terkini

    19 WNI Diamankan di Arab Saudi Selama Haji 2026, KJRI Jeddah: 2 Sudah Bebas Bersyarat

    Facebook Instagram YouTube
    INFO ACEH TIMUR
    REDAKSI
    • Aceh
      • Info Utama
      • Aceh Tamiang
      • Aceh Utara
      • Kota Langsa
    • Aceh Timur
      • Breaking News
    • Nasional
      • Internasional
      • Beasiswa
      • Autotekno
    • Humaniora
      • Citizen
      • Opini
      • Sejarah
    • DPRK Aceh Timur
    • Info Loker
    • Indeks Berita
    INFO ACEH TIMUR
    Home > Terkait Kematian Bayi Saat Rujukan, Komis V DPRA Minta RS Bertanggung Jawab
    Aceh Timur

    Terkait Kematian Bayi Saat Rujukan, Komis V DPRA Minta RS Bertanggung Jawab

    RedaksiApril 25, 2022
    Share: WhatsApp Facebook Copy Link
    Share
    WhatsApp Facebook Copy Link

    Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Terkait dengan kematian bayi saat rujukan oleh pihak Rumah Sakit Graha Bunda ke Banda Aceh, yang diduga tanpa adanya persediaan oksigen yang maksimal, pada Minggu (24/4/2022), Komisi V DPRA meminta pihak rumah sakit harus bertanggung jawab.

    Hal itu ditegaskan oleh Sekretaris Komisi V DPRA Iskandar Usman Al-Farlaky pada Senin (25/4/2022) dini hari. Menurut Iskandar, seharusnya pihak tenaga kesehatan yang bertugas di Graha Bunda memastikan kondisi pasien terkait fasilitas dukungan saat dalam perjalanan rujukan ke Banda Aceh.

    Advertising
    Demo

    “Jika pasien butuh tabung oksigen, maka ini harus dipastikan ada dan dalam kondisi normal, bukan rusak. Karena akan mengancam jiwa pasien. Konon lagi perjalanan jauh dari Idi (Aceh Timur) ke Banda Aceh,” tegas Iskandar Usman Al-Farlaky Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh, asal Aceh Timur kepada RILIS.NET, Senin (25/4/2022).

    Menurut Iskandar, jika dipaksakan dengan peralatan yang tidak standar, maka bisa dipastikan pihak medisnya lalai sehingga mengakibatkan nyawa pasien melayang.

    “Nah, jika dipaksakan dengan peralatan yang tidak standar, maka bisa dipastikan pihak medisnya lalai sehingga mengakibatkan nyawa pasien melayang. Ini masuk dalam ranah pidana dan melanggar protap penanganan pasien darurat,” pungkas Iskandar Al-Farlaky

    Komisi V DPRA yang membidangi kesehatan, sosial, pemuda, olah raga, dan pemberdayaan Gampong, Disnaker Transmobduk, serta perempuan dan anak. Oleh karena itu, Iskandar meminta pihak rumah sakit agar bertanggung jawab terkait kasus yang dialami oleh warga Idi Rayeuk ini.

    Baca Juga:

    • Gawat Diduga Pasang Oksigen Rusak, Bayi dari RS Graha Bunda Meninggal Dunia Saat Dirujuk
    • Ransel ‘Haru Biru’ Berisi Jasad Bayi
    • Breaking News: Pelintas Jalan Gunung Salak Temukan Bayi di Pinggir Jalan
    • Dokter Muhammad Jailani Sang Panyumbang Operasi Bibir Sumbing Gratis Aceh, Tutup Usia

    Sementara itu, pihak Rumah Sakit Graha Bunda yang diminta konfirmasi oleh media ini sejak Minggu malam, belum mendapatkan keterangan apapun terkait dengan kasus, begitupun nomor kontak yang diyakini milik Humas RS itu 08520000xxxx yang dihubungi media ini tidak tejawab hingga berita ini ditayang.

    Sebelumnya, diberitakan seorang pasien bayi dari Rumah Sakit (RS) Graha Bunda Aceh Timur meninggal dunia saat Dirujuk ke Banda Aceh pada Minggu (24/4/2022). Bayi ini menghembuskan nafas terakhir di kawasan Lhokseumawe.

    Hal itu diungkapkan oleh ayah kandung pasien Muksalmina (28) warga Gampong Tanjong, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur kepada RILIS.NET pada Minggu sore.

    Berdasarkan keterangan dari Muksalmina, bayinya itu yang baru lahir dengan operasi sesar di RS Graha Bunda, dan mengalami sesak, sehingga harus disedot cairan. Dan pihak Rumah Sakit menyarankan agar sibayi ini harus di rujuk ke Banda Aceh.

    “Sejak berangkat dari Idi Rayeuk ada tiga kali mereka perbaiki tabung oksigen, oksigennya yang dipasang itu rusak, sedangkan satu lagi kosong. Seharusnya mereka harus menyediakan oksigen yang bagus, karena anak saya di rujuknya ke Banda Aceh, kan itu perjalanannya jauh,” kata Muksal.

    Masih menurut Muksal, ia beberapa kali telah menyarankan agar anaknya dibawa pulang saja, jangan lagi diteruskan kalau oksigennya rusak, tapi sipendamping sebut Muksal, tak menggubris.

    “Akibat saya desak baru mereka balik ke Rumah Sakit Lhokseumawe untuk mencari oksigen pengganti, tapi sayang, setibanya di Lhokseumawe anak saya tak tertolong, karena terlanjur habis oksigen saat dijalan, “keluh Muksal dengan nada sedih.

    Terkait dengan ajal sebut Muksal memang telah diatur oleh Allah, namun dia sayang menyayangkan akibat tidak sigapnya pihak rumah sakit, yang diduga memakai oksigen rusak sehingga hal itu terjadi.

    “Sepanjang jalan mereka membetulkan oksigen rusak itu, kenapa mereka tidak sigap, jika pun anak saya harus dirujuk setidaknya pihak rumah sakit harus sigap. Ajal memang telah ditentukan oleh Allah, tapi kalau kejadiannya lalai seperti ini lalu siapa yang mau bertanggungjawab,” pungkas Muksal. (rn/red)

    Editor: Mahyudin | RILIS.NET

    Harian Aceh Kabar Aceh Timur
    Demo
    Media Sosial Kami
    • Facebook
    • YouTube
    • TikTok
    • Channel WA
    • Twitter
    • Instagram
    Demo

    19 WNI Diamankan di Arab Saudi Selama Haji 2026, KJRI Jeddah: 2 Sudah Bebas Bersyarat

    zakariaMay 15, 2026

    Infoacehtimur.com | Internasional — Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah melaporkan sebanyak 19 Warga Negara…

    Merantau Tanpa Arah: Kisah Pria Aceh Timur yang Terdampar dan Meresahkan Warga Subulussalam

    May 15, 2026

    Membedakan, Kritik, Heater dan Buzzer Dalam Ruang Publik Kita

    May 15, 2026
    INFO ACEH TIMUR

    Portal Berita Aceh Timur dan Dunia

    Facebook Instagram YouTube WhatsApp
    terkini

    19 WNI Diamankan di Arab Saudi Selama Haji 2026, KJRI Jeddah: 2 Sudah Bebas Bersyarat

    May 15, 2026
    terpopuler

    Modus Salah Transfer, Ngaku Bupati Al Farlaky, Penipu Bawa Kabur Uang Ibu Pasien Ginjal di Tamiang

    May 9, 2026
    • Beranda
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Privacy Policy
    Copyright © 2018 - 2026 PT. Info Aceh Utama.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.