Infoacehtimur.com | Aceh Timur — Anggota DPRK Aceh Timur, Abdul Muthalib, S.T., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga perdamaian Aceh dan tidak mudah terprovokasi menyusul peristiwa penembakan yang terjadi di Kabupaten Pidie.
Ia menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya korban dalam peristiwa tersebut. Menurutnya, kejadian itu harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat, khususnya di Aceh Timur, agar terus merawat perdamaian yang telah terbangun selama 21 tahun terakhir.
“Perdamaian Aceh yang sudah kita rasakan selama 21 tahun ini merupakan tanggung jawab bersama untuk dijaga. Jangan sampai generasi mendatang kembali merasakan situasi konflik seperti masa lalu,” ujar Abdul Muthalib dalam keterangan tertulis yang diterima media ini Sabtu, 7 November 2026.
Putra asal Kecamatan Simpang Ulim ini, juga mengingatkan pemerintah mulai Level pusat, Provinsi hingga Kabupaten kota agar terus membangun komunikasi yang baik dan terbuka dengan masyarakat.
Menurutnya, komunikasi yang tidak berjalan dengan baik berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memicu reaksi masyarakat yang sulit dikendalikan.
Abdul Muthalib menilai kondisi masyarakat Aceh saat ini masih membutuhkan perhatian serius, terutama setelah bencana banjir yang berdampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga.
Trauma akibat bencana tersebut belum sepenuhnya pulih, sehingga pemerintah perlu lebih peka dalam merespons berbagai persoalan dan aspirasi masyarakat.
“Pemerintah harus menjaga komunikasi dengan masyarakat. Jangan sampai ada persoalan yang tidak tersampaikan atau tidak mendapat respons, kemudian berkembang menjadi kemarahan. Kita juga harus memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan lain,” katanya.
Ia menegaskan, masyarakat Aceh Timur khususnya harus tetap tenang, menjaga persatuan, serta tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang dapat mengganggu keamanan dan ketenteraman daerah.
Di sisi lain, Abdul Muthalib turut mengingatkan pemerintah pusat agar tidak menutup mata terhadap kondisi masyarakat Aceh yang masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana banjir.
Menurutnya, penanganan dampak banjir harus terus menjadi perhatian, baik dalam pemulihan ekonomi, pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi para korban.
“Kita ingin Aceh Timur tetap damai dan masyarakat tidak terprovokasi. Namun, pemerintah pusat juga harus melihat kondisi masyarakat Aceh pascabanjir. Persoalan yang belum selesai harus terus diperjuangkan dan mendapat perhatian,” tutup Politisi Muda partai Demokrat ini.(***)

