Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bersama Satuan Tugas Pusat Unggulan Produksi Lestari (Satgas PUPL) meluncurkan Program Rehabilitasi Kebun Kelapa Sawit Petani Swadaya pascabencana banjir hidrometeorologi. Program ini menyasar 350 petani dengan luas lahan 411 hektare di Kecamatan Ranto Peureulak dan Peunaron.
Peluncuran dilakukan melalui penyerahan bantuan secara simbolis di Desa Seumanah Jaya, Kec. Ranto Peureulak, Kamis 18/6/2026.
Program rehabilitasi didukung Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH) dan Forum Konservasi Leuser (FKL) melalui program National Initiative for Sustainable & Climate Smart Oil Palm Smallholders (NISCOPS).
Baca Juga: Warga Tangkap Mobil Ninja Sawit di Julok Aceh Timur
Baca Juga: Mobil Pengangkut Sawit Terbalik, Sopir Meninggal Dua Rekannya Selamat
NISCOPS merupakan kerja sama internasional yang didanai pemerintah Belanda dan Inggris. Tujuannya mendukung petani sawit swadaya memproduksi minyak sawit berkelanjutan, ramah iklim, dan sesuai standar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky melalui Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Murdhani, S.STP, M.Si., menyebut program ini bagian dari komitmen daerah bersama Satgas PUPL dan mitra.
“Pemerintah berterima kasih atas upaya percepatan pemulihan produktivitas kebun petani yang terdampak banjir sehingga dapat kembali berproduksi dan mendukung pemulihan ekonomi masyarakat,” kata Murdhani.
Murdhani menjelaskan, bantuan ditargetkan untuk kebun sawit petani yang mengalami kerusakan sedang hingga berat akibat banjir hidrometeorologi akhir 2025 lalu.
Koordinator Satgas PUPL Ibrahim, SP, merinci program rehabilitasi berlangsung selama satu bulan dengan 3 komponen utama, Pengadaan alat kerja, Pembersihan lahan dan Penyaluran pupuk dolomit.
“Harapannya agar produktivitas kebun dapat pulih dan kesejahteraan petani kembali meningkat,” ujar Ibrahim.
Ibrahim menambahkan, petani penerima bantuan adalah petani binaan yang sudah didampingi sejak 2023 melalui Program Kelapa Sawit Berkelanjutan. Selama ini Satgas PUPL bersama mitra juga melakukan pendampingan, penguatan kelembagaan kelompok tani, pelatihan budidaya berkelanjutan, pemetaan kebun, hingga pengembangan kemitraan.
“Melalui berbagai program ini, Pemkab Aceh Timur bersama Satgas PUPL terus berupaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan perkebunan rakyat,” pungkasnya.

