Infoacehtimur.com | Banda Aceh – Iskandar Usman Al-Farlaky, Salah satu Anggota DPRA dari Daerah Aceh Timur, Membesuk 2 korban Paska kebakaran yang terjadi di sumur minyak tradisional di Desa Mata Ie, Kec. Ranto Peureulak, Aceh Timur.
Mereka merupakan warga Aceh Timur yang bekerja di sumur tersebut diketahui namanya Junaidi (31) , beralamat Desa Blang baroem, kec.Rantoe Peureulak dan Boy Risman/Baihaqi (32), warga kec. Peudawa, Aceh Timur. dan kini telah mendapatkan perawatan intensif juga telah melalui masa operasi serta sedang dirawat di ruang ICU RSZA Banda Aceh. Minggu (13/3/2022
Dalam kunjungannya ke ruang ICU, Sekretaris Komisi V DPRA ini ditemani para staf adminitrasi serta tenaga medis RSZA Banda Aceh. Al-Farlaky juga disambut oleh keluarga kedua pasien asal Aceh Timur itu. Kepada mereka, Iskandar meminta agar tabah menerima cobaan. “Kita doakan semoga cepat membaik,” katanya di hadapan keluarga pasien.
Baca Juga:
- Pemkot Padang Sumbang Dana Miliaran Tiga Kabupaten Untuk Pemulihan Pascabanjir, Aceh Timur Dapat Bagian 2 M
- Pelantikan Keuchik Gelombang IV Aceh Timur Direncanakan Ini Jadawalnya
- Buraq Terbang FC Juara Piala Pemuda Cup 3 Usai Kalahkan Tiger FC 2-0
- Pembangunan Koperasi Merah Putih Paya Demam 4 Capai 95 Persen, Keuchik: Harap Jadi Pusat Ekonomi Warga Pascabanjir
- Bupati Al-Farlaky Buka Pelatihan Pupuk Organik, Pastikan Bermanfaat Nyata dan Peserta Pelatihan Adalah Petani Aktif
Kata Al-Farlaky, kedua korban sudah menjalani operasi pertama kemarin di RSZA. Sementara Safrizal atau Dekgam, yang berasal dari Desa Blangbarom, Kecamatan Ranto Peureulak, salah satu korban lain meninggal dunia dalam perjalanan rujukan ke RSZA, di Bireuen.
“Sempat dibawa ke RS dr Fauziah. Jenazah kemudian langsung dibawa pulang ke Desa Blangbarom, dan sudah dikebumikan kemarin. Almarhum juga keluarga saya, dengan luka bakar sekitar 85 persen,” kata Iskandar Al-Farlaky kepada wartawan.
Dia menjelaskan, usai mengalami kebakaran, ketiganya sempat dibawa ke Puskesmas Ranto Peureulak, kemudian ke RS SAAS Peureulak. “Dari awal kejadian saya monitor dan meminta rekan-rekan disana segera rujuk ke Banda Aceh untuk penanganan medis lebih lanjut,” ujarnya, seraya mengajak semua pihak untuk fokus menolong korban serta keluarga duka.
Lebih lanjut Al-Farlaky menjelaskan, sesuai data yang ia peroleh, peristiwa kebakaran sumur minyak tradisional merupakan kedua setelah insiden di Desa Pasir Putih, kecamatan yang sama tahun 2018 lalu. Kejadiannya juga hampir sama, dipicu semburan minyak dalam debit yang besar, sehingga tidak bisa dikendalikan dan ditampung oleh pekerja tambang.***









