Ia menjelaskan, ekosistem ekonomi kreatif saat ini menaungi 21 subsektor mulai dari kuliner, fesyen, kriya, media, desain, seni, hingga teknologi.
Lebih konkret, Kementerian Ekraf punya program Desa Kreatif. Melalui program ini, lintas direktorat mulai dari Pelatihan, Pendanaan, Pemasaran, hingga Media akan turun langsung ke lapangan untuk mengawal UMKM tenun dan tikar Aceh Timur naik kelas.
“Kita ada program aktivasi desa gratis yang akan mengaktifkan kriya di desa tersebut supaya lebih optimal. Direktorat-direktorat inilah yang akan turun langsung,” tambahnya.
Tidak tanggung-tanggung, program aktivasi ini disokong dana hingga Rp500 juta untuk setiap desa terpilih.

Target: Jadikan Sentra Kerajinan Jadi Motor Ekonomi Baru
Langkah masif ini diharapkan mampu membangkitkan denyut usaha lokal sekaligus menjadikan sentra kerajinan tenun dan tikar sebagai motor penggerak dan pusat ekonomi baru di wilayah Aceh Timur.
Dengan dukungan HAKI, pelatihan, pemasaran, dan pendanaan, produk kriya Aceh Timur ditargetkan bisa semakin dikenal dan berdaya saing di pasar nasional maupun internasional.