Nasional | Seorang pria di Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya menjalani transplantasi jantung babi. Mungkin masih terlalu dini untuk mengatakan transplantasi ini akan benar-benar berhasil. Namun operasi eksperimental tingkat tinggi ini tetap menjadi sejarah dalam dunia medis, dan ada sosok Muhammad Mohiuddin di balik itu.
Tim dokter di University of Maryland Medical Center yang melakukan prosedur transplantasi ini mengatakan, operasi tersebut menunjukkan kemungkinan organ hewan yang dimodifikasi secara genetik dapat berfungsi di dalam tubuh manusia.
Baca Juga:
- Jalan Desa Jambo Reuhat Hancur Parah, Mobil Pengangkut Hasil Panen Petani Terbalik
- Dari Meulaboh Hingga Panton Labu, 6 Wilayah di Aceh Diusulkan Jadi DOB Baru, Peureulak Raya Tak Masuk Daftar
- DPRK Aceh Timur Zulfahmi Apresiasi Bupati Garang: Bukan Sekadar Janji, Turun Langsung Kawal Jalan Idi Tunong – Banda Alam
- Terekam CCTV, Bocah Curi Rokok Hampir Seplastik di Toko Samping Terminal Idi Rayeuk
- MEMANAS! Aksi di PT Bumi Flora Aceh Timur Berujung Ricuh, Sejumlah Fasilitas Hangus Dilalap Api
Seperti dikutip dari CNN, jantung babi tersebut telah dimodifikasi secara gen untuk menghilangkan kandungan gula yang kerap menolak organ dengan cepat di dalam selnya.
Dr Muhammad Mohiuddin, direktur ilmiah program transplantasi hewan ke manusia di University of Maryland Medical Center bersama Dr Bartley P. Griffith, memimpin operasi bersejarah tersebut dan sukses. Hingga tiga hari setelah operasi, pasien yang menerima cangkok jantung babi tersebut dalam keadaan baik. “Jika ini berhasil, akan ada pasokan organ-organ serupa yang tak ada habisnya untuk pasien yang tengah menderita,” kata Dr Mohiuddin.
Dikatakannya, donasi organ di AS sangat sedikit, sementara daftar pasien yang membutuhkan transplantasi terus meningkat.
Kondisi ini mendorong dokter dan ilmuwan beralih ke organ hewan untuk memenuhinya. Terkait hal ini, warga memberikan komentar. “Transplantasi jantung babi, haram nggak?. Gimana pendapat Majelis Ulama Indonesia (MUI),” tanya sejumlah warga. (rns/afr/detiknet).

