Nasional | Seorang pria di Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya menjalani transplantasi jantung babi. Mungkin masih terlalu dini untuk mengatakan transplantasi ini akan benar-benar berhasil. Namun operasi eksperimental tingkat tinggi ini tetap menjadi sejarah dalam dunia medis, dan ada sosok Muhammad Mohiuddin di balik itu.
Tim dokter di University of Maryland Medical Center yang melakukan prosedur transplantasi ini mengatakan, operasi tersebut menunjukkan kemungkinan organ hewan yang dimodifikasi secara genetik dapat berfungsi di dalam tubuh manusia.
Baca Juga:
- Relima Perpustakaan Nasional Serahkan Sertifikat Mitra kepada PKBM Anak Pesisir dan TBM Rumoh Literasi Gemilang di Aceh Timur
- WASPADA SPEKULASI HARGA MASKER: Asap Karhutla Masuk Aceh, Jangan Sampai Terulang Lonjakan Harga Puluhan Kali Lipat
- MOHON BANTUAN: Niar Hilang Sejak 10 Oktober, Keluarga Cemas di Pante Bidari – Lhok Nibong
- Warga Pante Bidari Sampai Peureulak Ngeluh Air Tak Mengalir, Bupati Al-Farlaky: Jangan Cuma Raih Penghargaan, Pelayanan Harus Nyata!
- MEMALUKAN! Di Tengah Bencana Melanda Negeri, Pejabat BNPB Korupsi Dana Siap Pakai, KPK Sita Uang Rp 1,4 M dan Emas Batangan
Seperti dikutip dari CNN, jantung babi tersebut telah dimodifikasi secara gen untuk menghilangkan kandungan gula yang kerap menolak organ dengan cepat di dalam selnya.
Dr Muhammad Mohiuddin, direktur ilmiah program transplantasi hewan ke manusia di University of Maryland Medical Center bersama Dr Bartley P. Griffith, memimpin operasi bersejarah tersebut dan sukses. Hingga tiga hari setelah operasi, pasien yang menerima cangkok jantung babi tersebut dalam keadaan baik. “Jika ini berhasil, akan ada pasokan organ-organ serupa yang tak ada habisnya untuk pasien yang tengah menderita,” kata Dr Mohiuddin.
Dikatakannya, donasi organ di AS sangat sedikit, sementara daftar pasien yang membutuhkan transplantasi terus meningkat.
Kondisi ini mendorong dokter dan ilmuwan beralih ke organ hewan untuk memenuhinya. Terkait hal ini, warga memberikan komentar. “Transplantasi jantung babi, haram nggak?. Gimana pendapat Majelis Ulama Indonesia (MUI),” tanya sejumlah warga. (rns/afr/detiknet).

