INFOACEHTIMUR.COM | ACEH TIMUR — Lahan kosong di sekitar rumah ternyata bisa menjadi sumber pangan sekaligus peluang menambah penghasilan keluarga. Inilah yang ingin diwujudkan melalui program Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P3L) yang dijalankan PT Medco E&P Malaka bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.
Program ini melibatkan 94 perempuan tani yang tergabung dalam lima kelompok, yaitu Bunga Melati, Srikandi, Seulanga, Bunga Mawar, dan Bungong Padee. Mereka berasal dari Desa Alue Siwah Serdang, Kecamatan Nurussalam, dan Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam.
Melalui program ini, para perempuan tani mendapat pelatihan dan pendampingan untuk memanfaatkan pekarangan dengan menanam sayuran dan palawija. Medco E&P Malaka juga membantu menyediakan bibit dan peralatan yang dibutuhkan.
Bagi Misriani, Ketua Kelompok Bunga Melati di Desa Alue Siwah Serdang, program ini sangat membantu masyarakat di daerah pedalaman.
“Program ini sangat terasa manfaatnya bagi kami. Lewat program ini, lahan tidur dapat diolah mandiri untuk memenuhi kebutuhan harian rumah tangga,” ujar Misriani.
Ia berharap kegiatan tersebut terus berkembang sehingga kelompoknya bisa menjadi pusat pengembangan sayuran lokal dengan memanfaatkan rumah bibit yang telah dibantu perusahaan.

Zulfan, pendamping pertanian lokal yang akrab disapa Pak Tani, mengatakan pemanfaatan pekarangan dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan pangan sekaligus membuka peluang menambah pendapatan.
Jika hasil panen semakin banyak, sayuran yang dihasilkan tidak hanya bisa dikonsumsi sendiri, tetapi juga berpeluang dijual untuk menambah penghasilan keluarga.
VP Relations & Security Medco E&P, Arif Rinaldi, mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam bidang ketahanan pangan dan kesehatan.
Menurutnya, program tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah menurunkan angka stunting melalui perbaikan pemenuhan gizi keluarga.
Program P3L ini sejalan dengan program Pekarangan Pangan Lestari yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.
Bagi 94 perempuan tani tersebut, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk belajar, bekerja bersama, dan memanfaatkan lahan yang selama ini kurang produktif.
Ke depan, jika dikelola dengan baik, pekarangan bukan hanya menjadi tempat menanam sayuran, tetapi juga bisa berkembang menjadi usaha kecil yang membantu ekonomi keluarga.
Dari pekarangan rumah, harapan itu mulai tumbuh. Dengan pendampingan yang berkelanjutan dan dukungan pemasaran, langkah sederhana ini berpeluang menjadi awal bagi tumbuhnya usaha perempuan tani di Aceh Timur.
Sumber berita sebelumnya Dukung Ketahanan Pangan, Medco E&P Bina Lima Kelompok Tani Perempuan Aceh Timur

