Infoacehtimur.com | Aceh – Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh dan wilayah Sumatera pada November 2025 mendapat perhatian luas dari kalangan figur publik. Sejumlah artis, musisi, hingga kreator konten menunjukkan kepeduliannya melalui bantuan langsung maupun penggalangan dana.
Beberapa selebritas memilih terjun langsung ke lokasi terdampak. Zaskia Adya Mecca menyambangi Aceh Tamiang dan Pidie Jaya untuk menyoroti kondisi daerah terdampak serta memberikan dukungan moril kepada warga. Bunga Zainal hadir ke wilayah terdampak bersama relawan guna menyalurkan bantuan dan membangkitkan semangat anak-anak korban banjir.
Aktor Teuku Wisnu berkolaborasi dengan lembaga kemanusiaan untuk mendistribusikan makanan siap saji, mendirikan dapur umum, serta menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan bagi pengungsi di Pidie Jaya.
Baca Juga: Bupati Aceh Timur Bawa Mendagri Tito Karnavian ke Tenda Pengungsi Banjir Aceh Timur
Baca Juga: Alumni Agroekoteknologi Unimal dan MG LPDP Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Timur
Di sisi lain, sejumlah figur publik melakukan penggalangan dana. Pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina menyalurkan bantuan senilai Rp15 miliar untuk korban bencana di Sumatera, termasuk Aceh.
Musisi seperti Judika, Rossa, Tompi, Yuni Shara, PADI, dan Cakra Khan turut menggalang dana kemanusiaan melalui konser dan inisiatif donasi.
Aktor dan penyanyi Maudy Ayunda juga ambil bagian melalui Maudy Ayunda Foundation. Ia berkolaborasi dengan Save the Children Indonesia untuk mendukung akses pendidikan anak-anak terdampak banjir di Aceh Timur. Kolaborasi itu diwujudkan melalui pembangunan Ruang Belajar Sementara dan dukungan literasi agar proses belajar dapat kembali berjalan secara bertahap.
“Di Aceh Timur, saya melihat langsung bagaimana bencana bisa merusak ruang kelas, tetapi tidak mematahkan semangat anak-anak untuk tetap datang ke sekolah dan belajar. Itu yang paling membekas bagi saya,” kata Maudy dalam keterangan tertulis, Kamis 18 Juni 2026.

Maudy bersama Maudy Ayunda Foundation dan Save the Children Indonesia sebelumnya mengunjungi dua sekolah di Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Menurutnya, meski banjir telah surut, pemulihan akses pendidikan masih menjadi tantangan karena banyak ruang kelas rusak dan rutinitas belajar terganggu.
“Bersama Save the Children Indonesia, kami membangun Ruang Belajar Sementara di Aceh Timur dengan harapan proses belajar tetap berjalan dan ketimpangan pendidikan tidak semakin dalam,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat yang ingin membantu dapat melihat informasi lengkap melalui akun Instagram @savechildren_id.
Hingga saat ini proses pemulihan pascabencana di Aceh dan Sumatera masih berlangsung, termasuk perbaikan fasilitas pendidikan agar anak-anak dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman.