Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Semangat kebersamaan warga Dusun Sarah Raja, Gampong Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, tetap menyala meski masih berduka. Sebelas bulan pasca banjir September 2025, warga justru menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di bawah tenda sekolah darurat bantuan Kemendikdasmen.
Dari pantauan di lokasi, ratusan warga mulai dari bapak-bapak hingga anak-anak berkumpul khusyuk di atas terpal biru dan tikar. Mereka duduk melingkar mendengarkan pembacaan shalawat dan zikir. Saat prosesi doa bersama, warga berdiri berbaris dengan khidmat.
Tenda berwarna krem bertuliskan “KEMENDIKDASMEN” kini menjadi pusat kegiatan warga setelah banjir merusak fasilitas umum dan sekolah. Tidak ada panggung megah. Hanya alas terpal, kipas angin, serta hidangan sederhana berupa kue, air putih, dan teh dalam gelas plastik.
“Alhamdulillah, walaupun kita masih dalam kondisi berduka pasca banjir, semangat untuk memperingati Maulid tidak surut. Ini bentuk syukur kita dan doa bersama agar Gampong Sah Raja cepat pulih,” ujar M. Jakir, salah seorang tokoh masyarakat setempat.
Baca Juga: Peringatan Maulid Nabi, SMAN Unggul Aceh Timur Lakukan Bedah Rumah Dhuafa
Baca Juga: Maulid Akbar di Aceh Timur: Membangun Jiwa dan Pelayanan untuk Masyarakat
Tenda tersebut tidak hanya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, tetapi juga untuk kegiatan keagamaan dan sosial. Suasana kekeluargaan terasa kental. Anak-anak duduk diapit orang tua, sementara hidangan dibagi bersama di atas alas yang sama.
Rangkaian acara juga diisi ceramah agama atau dakwah Islamiyah. Warga mendatangkan penceramah dari Kabupaten Bener Meriah, Tgk. Sarifuddin dari Bakongan.
“Kami mengundang Tgk. Sarifuddin atas kesepakatan bersama. Seperti tahun sebelumnya, Dusun Sarah Raja juga menghadirkan penceramah dari luar daerah. Kami yakin, dengan mendatangkan dari luar ada perbedaan dan tambahan ilmu yang didapat saat mendengar ceramah,” kata M. Jakir.
Ia berharap ceramah yang disampaikan Tgk. Sarifuddin dapat menguatkan iman warga dalam menghadapi cobaan yang diberikan Allah.
Peringatan Maulid di tengah keterbatasan ini menjadi bukti ketangguhan warga Dusun Sarah Raja. Di tengah duka pasca banjir, mereka memilih menguatkan iman, mempererat silaturahmi, dan saling menghibur.
“Kami berharap, kegiatan seperti ini dapat terus menjadi penguat moral warga hingga proses pemulihan dan pembangunan kembali pasca bencana banjir selesai,” pungkas M. Jakir.

