Infoacehtimur.com | Aceh Timur — Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Aceh Timur berlangsung khidmat meski diguyur hujan. Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, bertindak sebagai inspektur upacara di Lapangan Upacara Kota Peureulak, Senin 4/5/2026.
Upacara yang diikuti unsur Forkopimda, ASN, tenaga pendidik, pelajar, dan elemen masyarakat itu sempat diguyur hujan deras di tengah pelaksanaan. Namun kondisi tersebut tak menyurutkan semangat peserta.
Momen yang jadi perhatian terjadi saat hujan mulai turun. Bupati Al-Farlaky memilih turun dari podium dan berdiri sejajar bersama peserta upacara. Ia ikut basah di bawah guyuran hujan hingga upacara selesai.
“Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia, membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, serta memiliki keterampilan untuk menghadapi tantangan masa depan,” tegas Al-Farlaky dalam amanatnya.
Baca Juga: Amanah Qanun Pendidikan Aceh yang Terlupakan
Baca Juga: Rembug Nasional APTISI 2025: Menuju Pendidikan Tinggi Indonesia Emas 2045
Bupati menekankan Hardiknas bukan sekadar seremonial, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat komitmen memajukan dunia pendidikan. Ia menyebut pendidikan punya peran strategis membangun SDM unggul demi cita-cita bangsa yang maju, makmur, dan bermartabat.
Al-Farlaky juga mengapresiasi dedikasi para guru sebagai ujung tombak mencerdaskan bangsa. “Saya apresiasi para tenaga pendidik yang terus bekerja keras dan berinovasi, meskipun menghadapi berbagai keterbatasan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Pemkab Aceh Timur memberikan penghargaan kepada tujuh guru berkinerja terbaik kategori Tenaga Guru Tahun 2025 diantaranya May Yusra, – SMPN 1 Julok, Muhammad Yazid Ruqash, – SMPN 1 Lokop, Serbajadi, Faizah, – SMPN 1 Rantau Selamat , Evi Mulyasari, – SDN Bandar Baru, Pantee Bidari, Tio Alimi, – SDN 1 Kuta Binjei, Julok, Nurfajri, Alue Lhok, Peureulak Timur, dan Ulfa Marina Br Lubis, – TK Negeri Rantau Panjang, Rantau Selamat.
Penghargaan diserahkan langsung Bupati sebagai apresiasi atas dedikasi, inovasi, dan kontribusi meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Timur.
Meski basah, rangkaian upacara tetap berlangsung khidmat hingga selesai. Para peserta bertahan di lapangan sebagai bentuk penghormatan terhadap Hardiknas.
“Prestasi yang diraih hari ini bukanlah akhir, tetapi awal untuk terus berkarya lebih baik. Saya mengajak seluruh guru di Aceh Timur untuk tidak berhenti belajar, berinovasi, dan menginspirasi, karena masa depan daerah ini ditentukan dari kualitas pendidikan hari ini,” tutup Bupati Al-Farlaky.

