Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Peringatan Hari Pendidikan Daerah / HARDIKDA Tahun 2026 di Kabupaten Aceh Timur berlangsung dengan nuansa berbeda.
Dipusatkan di Lapangan Benteng, Kecamatan Ranto Peureulak, Rabu 2 September 2026, peringatan tahun ini dirangkai dengan gerakan penghijauan dan pemberian penghargaan kepada insan pendidikan berprestasi.
Dalam amanatnya, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky secara resmi mencanangkan Gerakan Guru Menanam 10.000 Pohon melalui subgerakan “Satu Guru, Satu Pohon”.
Pencanangan ditandai dengan penanaman pohon secara simbolis bersama unsur pendidikan dan jajaran terkait.
Bupati mengatakan, pemilihan Lapangan Benteng memiliki makna tersendiri. Tempat tersebut menjadi saksi ketabahan masyarakat Aceh Timur dalam menghadapi bencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu pada 2025 lalu.
Baca Juga: Peringatan Hardikda ke-63 Aceh Timur Menggunakan Pakaian Adat Aceh
“Berdiri di tanah ini mengingatkan kita bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas yang nyaman. Pendidikan sejati juga lahir dari ujian alam, dari bagaimana kita bangkit dari ketakutan, merekonstruksi harapan dan memulihkan kehidupan,” ujar Bupati.
Menurut Al-Farlaky, momentum HARDIKDA harus menjadi pengingat bahwa pendidikan memiliki peran besar membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Ia menegaskan pendidikan di Aceh Timur harus menjadi benteng moral, ilmu pengetahuan, dan karakter yang melahirkan generasi tangguh serta memiliki kesadaran ekologis.
“Bencana hidrometeorologi yang pernah melanda wilayah kita adalah teguran sekaligus pelajaran berharga dari alam. Kita tidak boleh hanya menjadi saksi yang meratapi, tetapi harus menjadi bagian dari solusi,” katanya.
Karena itu, Pemkab menjadikan sektor pendidikan sebagai kekuatan mendorong gerakan penghijauan. Melalui “Satu Guru, Satu Pohon”, seluruh guru di Aceh Timur diharapkan menjadi pelopor.
“Jika seorang guru menanam satu pohon dan merawatnya hingga tumbuh rindang, maka guru tersebut tidak hanya menanam kayu dan daun, tetapi juga sedang menanam ilmu, kehidupan dan masa depan bagi murid-muridnya,” ujar Al-Farlaky.
Ia berharap keteladanan para guru dapat diikuti siswa, sehingga berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat pendidikan untuk menghijaukan Aceh Timur.

Selain penanaman pohon, HARDIKDA 2026 juga menjadi momentum Pemkab Aceh Timur memberikan apresiasi kepada pelaku pendidikan berprestasi.
Bupati menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah guru serta 29 siswa berprestasi dari jenjang SD hingga SMA yang berhasil menorehkan prestasi tingkat provinsi hingga nasional.
Beberapa penerima penghargaan guru di antaranya: Sri Mutia Nas, S.Pd – Guru TK Negeri Pembina Nurussalam, Juara 3 Kepala Berprestasi Provinsi, ina Wati, S.Pd – Guru TK Negeri Pembina Darul Aman, Juara 3 Guru Berprestasi Provinsi , Islahuddin, S.Pd., M.Pd – SMPN 2 Simpang Ulim, atas prestasi Sekolah Siaga Kependudukan tingkat SMP
Sementara dari siswa, Sava Nazwa Aswat dari TKN Alue Teh menerima penghargaan sebagai Juara 1 Putri Hijab Aceh.
“Prestasi yang diraih para guru dan siswa hari ini harus menjadi inspirasi bagi yang lain. Pemerintah daerah akan terus mendorong lahirnya generasi Aceh Timur yang berkarakter, berdaya saing dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” pungkas Al-Farlaky.