Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur meminta Balai Wilayah Sungai Sumatera I segera memperbaiki dan menormalisasi jaringan irigasi rusak di Kecamatan Pante Bidari. Permintaan itu disampaikan lewat surat resmi setelah peninjauan lapangan beberapa waktu lalu.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., menyebut kerusakan terjadi di Daerah Irigasi Jambo Aye. Akibatnya pasokan air ke sawah warga terhambat.
“Berdasarkan peninjauan dan laporan masyarakat, ada sejumlah titik jaringan irigasi rusak akibat banjir hidrometeorologi November 2025 lalu. Kondisinya sedimentasi sehingga aliran air ke lahan pertanian terganggu,” kata Al-Farlaky, Senin 15/6/2026.
Arakundo–Grong-Grong, Pante Bidari. Dampaknya langsung ke aktivitas tani. Minimal 12 gampong dengan luas sawah ±350 hektare kesulitan air.
Baca Juga: Diduga Terpeleset Bocah Ditemukan Meninggal di Irigasi Matang Pudeng
Baca Juga: Mualem Khawatir Angka Kemiskinan Aceh Meningkat 17% Akibat Banjir & Longsor
Pemkab melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura sudah menyurati BWS Sumatera I agar segera turun tangan.
“Kami harap BWS segera percepat perbaikan. Irigasi ini vital bagi petani. Kalau tidak ditangani, target musim tanam dan produktivitas bisa terganggu,” ujar Al-Farlaky.
Bupati menegaskan pertanian adalah tulang punggung ekonomi Aceh Timur. Fungsi irigasi harus dijaga bersama.
“Pemkab berkomitmen mengawal ini sampai tuntas. Harapannya jaringan kembali normal sehingga petani bisa tanam sesuai jadwal,” pungkasnya.
Permohonan perbaikan juga ditembuskan ke Gubernur Aceh, Ketua DPRK Aceh Timur, Kadis Pertanian & Perkebunan Aceh, serta Kadis Pengairan Aceh sebagai bentuk koordinasi percepatan.

