Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Kawanan gajah liar kembali memasuki area perkebunan warga di Desa Jambo Reuhat dan Seuneubok Bayu, pada kamis (3/9/2026) Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur.
Keberadaan satwa dilindungi tersebut menimbulkan keresahan karena sejumlah tanaman milik petani mengalami kerusakan.
Petani setempat mengaku khawatir dengan keberadaan kawanan gajah yang disebut telah cukup lama berada di kawasan tersebut.
Selain merusak tanaman, keberadaan gajah liar juga dinilai dapat mengancam keselamatan warga apabila terjadi konflik antara manusia dan satwa.
Kerusakan kebun membuat warga tidak tenang saat beraktivitas di ladang, terutama pada malam hari.
Baca Juga: Kawanan Gajah Masuk Pemukiman, Bayi Gajah Nyaris Hanyut Saat Diusir Warga
Baca Juga: Gajah Turun Lagi, Kabel Penghalau Gajah Tak Berfungsi, Warga Aceh Timur Merugi
Ketua Kelompok Lindung Tani, Nurdin, meminta pihak terkait segera turun ke lokasi untuk menangani persoalan tersebut.
“Kami berharap pihak terkait segera turun dan mencari solusi terhadap keberadaan gajah-gajah ini. Sudah cukup lama berada di kawasan ini dan tanaman warga mulai banyak yang rusak,” ujar Nurdin.
Menurutnya, petani membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat agar konflik antara manusia dan gajah tidak semakin meluas.
Masyarakat juga berharap ada langkah mitigasi untuk menghalau kawanan gajah secara aman tanpa membahayakan satwa maupun warga.
Nurdin menegaskan, masyarakat pada prinsipnya tidak ingin mengganggu atau menyakiti satwa yang dilindungi tersebut.
Namun, pemerintah dan instansi terkait diharapkan segera mengambil langkah sebelum kerusakan tanaman semakin besar dan konflik semakin sulit dikendalikan.
“Kami meminta pemerintah dan instansi terkait segera hadir di lapangan. Petani membutuhkan kepastian dan solusi agar kami bisa kembali berkebun dengan aman,” katanya.
Warga berharap penanganan konflik manusia dengan satwa liar tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan, sehingga keselamatan masyarakat dan kelestarian gajah sama-sama dapat terjaga.

