“Bukan Sekadar Kasur”: Kepedulian Polsek Banda Alam untuk Rizki, Anak Disabilitas di Panton Rayeuk M
Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Kepedulian tidak selalu hadir dalam bentuk besar. Di Gampong Panton Rayeuk M, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, bantuan sederhana berupa kasur, bantal, seprai, dan pampers menjadi sangat berarti bagi seorang anak penyandang disabilitas berat.
Di Dusun Keude, Gampong Panton Rayeuk M, tinggal seorang anak bernama Rizki Ramadhan (5). Ia mengalami sakit menahun dan cacat permanen. Kondisinya membutuhkan perawatan khusus dan perlengkapan sehari-hari secara berkelanjutan.
Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, kebutuhan dasar seperti kasur yang layak, seprai bersih, dan pampers menjadi beban tambahan yang berat.
Peran Kepolisian selama ini sering identik dengan penegakan hukum dan keamanan. Namun bagaimana jika ada warga rentan yang justru membutuhkan kehadiran negara dalam bentuk paling sederhana: perhatian dan bantuan logistik?
Persoalan sosial seperti ini tidak bisa diselesaikan dengan tilang atau patroli, tetapi tetap menjadi bagian dari tanggung jawab pelayanan publik.
Baca Juga: Dinsos Aceh Timur Bagikan Bantuan Permakanan Lansia dan Disabilitas
Baca Juga: Pelaku Pelecehan Wanita Disabilitas di Aceh Timur Ditetapkan Jadi Buronan!
Menjawab kebutuhan itu, Kapolsek Banda Alam Polres Aceh Timur Polda Aceh, Ipda Asdy Suhendra bersama personelnya mendatangi rumah keluarga Rizki pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Kedatangan mereka bukan untuk razia atau penyelidikan. Mereka datang membawa bantuan: kasur, bantal, seprai, dan pampers.
Bagi keluarga penerima, bantuan tersebut bukan sekadar barang. Kasur menjadi tempat beristirahat yang lebih layak. Bantal dan seprai membantu menjaga kebersihan. Pampers sangat vital untuk perawatan harian Rizki.
“Kami datang bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga untuk memastikan bahwa warga yang membutuhkan tetap mendapat perhatian,” kata Ipda Asdy.
Menurutnya, kepedulian kepada masyarakat merupakan bagian dari kehadiran Polri di tengah warga. “Persoalan sosial tidak selalu dapat diselesaikan dengan tindakan Kepolisian, tetapi perhatian dan kepedulian dapat menjadi bagian dari upaya meringankan beban keluarga.”
Keluarga Rizki menyampaikan terima kasih. Mereka merasa sangat terbantu, karena merawat anak dengan disabilitas berat butuh perhatian dan biaya terus-menerus.
Bagi Rizki, bantuan itu mungkin hanya berupa kasur, bantal, seprai, dan pampers. Namun bagi keluarganya, kedatangan Kapolsek dan personel Polsek Banda Alam menunjukkan satu hal: di tengah keterbatasan, masih ada orang-orang yang bersedia datang, melihat, dan peduli.
Kunjungan ini memperlihatkan sisi lain dari pelayanan publik, hadir ketika warga membutuhkan, bahkan untuk perkara yang tampak kecil tetapi berarti besar bagi sebuah keluarga.
Langkah humanis Polsek Banda Alam ini menjadi contoh bahwa keamanan bukan hanya soal menjaga ketertiban. Keamanan juga berarti memastikan warga rentan tidak merasa sendirian.
Aksi kecil ini berdampak besar: meringankan beban keluarga, menjaga martabat penyandang disabilitas, dan membangun kepercayaan masyarakat kepada Polri.
Ke depan, sinergi antara aparat, pemerintah desa, dan warga perlu terus dikuatkan untuk memetakan keluarga rentan di wilayah.
Program bantuan sosial berbasis kepedulian seperti ini diharapkan rutin dilakukan, sehingga tidak ada lagi warga yang berjuang sendiri menghadapi kondisi sulit.


