Hafil menjelaskan konsep BARSELA dirancang berdasarkan pertimbangan sejarah, geografis, sosial-budaya, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan yang lebih komprehensif. Tujuannya agar usulan pemekaran dibangun di atas fondasi kesamaan kepentingan dan keterhubungan wilayah lebih kuat.
Ia menegaskan perjuangan tokoh ABAS tetap dihormati sebagai bagian sejarah lahirnya gagasan pemekaran di Barat Selatan Aceh. BARSELA disebut sebagai adaptasi perkembangan zaman sekaligus upaya menghadirkan konsep pemekaran lebih realistis dan terukur.
Baca Juga: Bupati Al-Farlaky Ambil Sikap Tegas Aset Di Kota Langsa Akan Ditarik
Baca Juga: Wacana Kabupaten Baru di Aceh: Bandar Khalifah Siap Mewujud?
“Yang berubah hanyalah pendekatan dan penyesuaian wilayah. Tujuan perjuangannya tetap sama, yaitu mewujudkan percepatan pembangunan, pemerataan kesejahteraan, dan keadilan bagi masyarakat Barat Selatan Aceh,” tegas Hafil.
“ABAS adalah sejarah perjuangan yang harus dihormati, sedangkan BARSELA adalah penyempurnaan perjuangan untuk mewujudkan cita-cita yang sama bagi masyarakat Barat Selatan Aceh,” pungkasnya.

