Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Qurban kelar, jangkar diangkat, suara mesinpun memecahkan keheningan di Kuala Idi pada Selasa 2 Juni 2026 pagi, dermaga Idi Rayeuk berubah dari tempat parkir jadi garis start.
Usai Idul Adha 1447 Hijriah, nelayan Aceh Timur langsung gas melaut. Tak ada jeda panjang, perut keluarga yang menunggu lebih cepat dari gelombang.
Dari 230 armada aktif, 40 kapal sudah duluan cabut pagi itu. Kepala PPN Idi Dr. Rakhimah Khairi Isfani bilang, totalnya bisa tembus 50+ kapal yang keluar hari ini.
Baca Juga: Bupati Aceh Timur Minta Bantuan Kemenlu untuk Nelayan yang Tertangkap di Thailand
Baca Juga: Nelayan Aceh Yang Ditahan Thailand Dikenakan Denda
“Kini usai lebaran mereka kembali mencari nafkah di laut,” ujarnya. Kapal yang sepekan terparkir rapi dekat Jembatan Idi, kini buru titik tangkap di Selat Malaka.
Tapi laut bukan kolam. Isfani ngingetin keras: cek alat keselamatan, daftarkan ABK ke BPJS Ketenagakerjaan, pantau cuaca BMKG. Cuaca Selat Malaka gampang ngamuk.
“Karena laut ini sangat luas, kami mengimbau para nelayan untuk mempertimbangkan keselamatan,” tegasnya.
Ada 2 pantangan yang dia ulang: stop pukat harimau trawl yang bikin laut rusak, dan jangan kebablasan ke batas negara.
“Jangan sampai melanggar batas wilayah antarnegara yang bisa berujung pada penangkapan nelayan kita,” katanya. Intinya: cari ikan boleh, cari masalah jangan.
Sekarang mesin meraung, asap mengepul dari cerobong. Harapannya satu: pulang bawa ikan banyak, ekonomi rumah tangga muter lagi. Lebaran udah lewat, giliran laut yang kasih THR.


