“Nanti kita akan bisa mendorong untuk membuat UMKM dengan tentu memberikan KUR yang baik karena orang ini sudah bisa dipantau dengan jelas latar belakangnya,” kata dia.
Digital Single ID yang disiapkan Presiden Prabowo Subianto berbasis teknologi AI. Luhut mencontohkan uji coba AI mampu membaca dokumen setebal 1.600 halaman dalam 30 detik dan langsung memberikan analisis awal.
“Kami sudah coba dengan OSS, itu 1.600 halaman dibaca hanya 30 detik oleh AI dan sudah langsung dengan komentarnya,” ujarnya.
Saat ini pemerintah masih melakukan uji coba Digital Single ID di 42 kabupaten/kota. Salah satu fitur yang diuji adalah face recognition untuk memverifikasi kelayakan seseorang menerima bansos.
Baca Juga: Luhut Izinkan Tarawih Asal Pakai Masker Hingga Sudah Vaksin Booster
Baca Juga: Perwakilan APDESI Aceh Teriak ‘Jokowi 3 Periode’ Di Istora Senayan Jakarta
“Sekarang kami sedang melakukan piloting di 42 kabupaten/kota. Anda nanti bisa kita berikan contoh face recognition, Anda berhak atau tidak berhak untuk mendapat misalnya bansos,” kata Luhut.
Presiden Prabowo dijadwalkan meninjau perkembangan proyek tersebut pada Juli 2026 sebelum implementasi lebih luas dilakukan.


