Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Seorang nelayan asal Kecamatan Peudawa, Kabupaten Aceh Timur, dilaporkan hilang di perairan Idi Cut setelah boat kecil yang ditumpanginya dihantam ombak besar dan angin kencang. Hingga Kamis (29/10/2026) pagi, korban masih belum ditemukan.
Informasi mengenai kejadian tersebut diterima dari Panglima Laot Peudawa, Sulaiman, sekitar pukul 07.00 WIB.
Korban diketahui bernama Abdul Mutalib (60), seorang pawang boat yang berdomisili di Dusun Tepi Sungai, Gampong Alue Ie Itam, Kecamatan Peudawa.
Berdasarkan keterangan saksi yang selamat, Sawalludin (25), peristiwa itu bermula pada Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, Abdul Mutalib bersama Sawalludin berangkat melaut dari perairan Peudawa menuju perairan Idi Cut untuk mencari ikan menggunakan boat jalo atau sampan kecil.
Baca Juga: Medco E & P Malaka Dukung Peningkatan Kompetensi Guru PAUD di Julok
Baca Juga: Muara Kuala Idi Cut Bermasalah, Nelayan: Kemana Pemerintah ?
Ketika hendak kembali ke Peudawa, tepatnya sekitar tiga mil dari bibir pantai Idi Cut, kemudi boat atau daun kipas di bagian bawah boat mereka terlepas.
Abdul Mutalib kemudian menyelam ke bawah boat untuk memperbaiki bagian tersebut. Ia berhasil memperbaikinya, tetapi saat hendak naik kembali, ombak besar disertai angin kencang tiba-tiba menghantam boat. Abdul Mutalib pun terjatuh kembali ke laut dalam kondisi lemas.
Melihat kejadian itu, Sawalludin langsung melompat ke laut untuk menolong korban. Ia berusaha menggendong Abdul Mutalib di punggungnya sembari berjuang menyelamatkan diri. Namun, boat mereka hanyut terbawa arus dan semakin menjauh.
Di tengah perjuangan melawan arus laut, Abdul Mutalib sempat menyampaikan pesan yang menyentuh kepada Sawalludin.
“Kamu lepaskan saya, kamu selamatkan diri kamu saja,” ucap Abdul Mutalib sebagaimana dituturkan saksi.
Setelah menyampaikan pesan tersebut, Abdul Mutalib melepaskan pegangannya. Sawalludin kemudian terus berusaha berenang menuju pantai untuk menyelamatkan diri.
Sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, Sawalludin akhirnya berhasil mencapai bibir pantai Alue Dua Muka O, Kecamatan Idi Rayeuk, dalam keadaan selamat.
Sementara itu, Abdul Mutalib masih belum ditemukan. Upaya pencarian terhadap korban masih menjadi perhatian setelah insiden yang terjadi di tengah kondisi laut yang dilaporkan berombak besar dan disertai angin kencang tersebut.
Kabar hilangnya Abdul Mutalib menjadi duka dan kekhawatiran bagi keluarga serta masyarakat setempat. Diharapkan korban segera ditemukan.


