Infoacehtimur.com, Lhokseumawe – Mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe membuka ruang belajar mencintai alam dan peduli isu lingkungan melalui pagelaran nonton bareng film dokumenter. Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam (UKM PA) Edelweis Politeknik Negeri Lhokseumawe melaksanakan kegiatan nonton bareng film dokumenter Pesta Babi pada Jumat (08/5/2026) di Kantin Asrama Politeknik Negeri Lhokseumawe.
Dokumenter karya Cypry Paju Dale dan Dandhy Laksono itu ditonton oleh mahasiswa dan masyarakat umum yang ingin memahami lebih dalam tentang kondisi sosial, budaya, serta persoalan lingkungan yang terjadi di tanah Papua. Film dokumenter tersebut menjadi media edukasi untuk membuka ruang dialog mengenai pentingnya menjaga hutan, hak masyarakat adat, dan keberlangsungan lingkungan hidup di Indonesia.
Muhammad Deka Arya Putra selaku Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan bertujuan untuk memprovokasi pihak mana pun, melainkan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu kemanusiaan dan lingkungan yang relevan dengan kondisi saat ini.
“Kegiatan ini kami laksanakan sebagai ruang belajar dan refleksi bersama. Mahasiswa harus mampu melihat realitas sosial dengan sikap kritis, namun tetap menjunjung nilai kemanusiaan, persatuan, dan tanggung jawab. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya menjaga hutan dan lingkungan sebagai warisan bersama,” ujar Muhammad Deka Arya Putra, melalui press rilis.

Mahasiswa asal Papua di Aceh: Hargai Mama Kami
Hutan bagi masyarakat Papua bukan hanya sekumpulan pohon. Mereka menyebut hutan dengan istilah Mama. Dari segala yang dikandung Mama, masyarakat Papua menghidupi diri serta mimpinya.
Dalam sesi nobar dan diskusi, Steven Mayor salah satu mahasiswa asal Papua yang sedang berkuliah di Lhokseumawe juga menyampaikan pandangannya mengenai kepentingan menjaga hutan dan hak masyarakat adat.
“Hutan bagi kami bukan hanya sekadar alam, tetapi bagian dari kehidupan dan identitas kami. Menjaga hutan berarti menjaga masa depan generasi berikutnya. Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Semangat melawan kolonialisme hari ini dapat dimaknai sebagai upaya menjaga tanah, budaya, dan hak hidup masyarakat agar tetap dihargai di negeri sendiri,” ungkap Steven Mayor.
Melalui kegiatan ini, UKM PA Edelweis berharap terciptanya ruang diskusi yang sehat, terbuka, dan edukatif bagi mahasiswa maupun masyarakat, sehingga kepedulian terhadap lingkungan dan kemanusiaan dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda.