Aceh Timur | Pasca banjir yang melanda sejumlah daerah di 13 kecamatan di kabupaten Aceh Timur dan beberapa desa di Kecamatan Banda Alam beberapa hari yang lalu.
Hal ini membuat sejumlah saluran air dan sungai tersumbat sampah di wilayah itu, Polsek Banda Alam serta aparat desa dan warga Desa Panton Rayeuk M berinisiatif melaksanakan gotong royong membersihkan sampah yang menumpuk di bawah jembatan. Senin, (29/02/2022).

Baca Juga:
- Bupati Aceh Timur Terima Korban Dugaan Kekerasan Anak, Al-Farlaky Komit Penuhi Hak Pendidikan Korban
- Info Harga Emas Aceh Timur Hari Ini 10 Juli 2026
- Dunia Dihantui Krisis Pangan, Indonesia Klaim Surplus Beras dan Perkuat Jalan Menuju Lumbung Pangan Dunia
- Setelah Langsa Luncurkan “Nikah Gratis”, Giliran Aceh Timur? Ini Fasilitas yang Bikin Geger
- Pemkab Aceh Timur Beri Dispensasi ASN Antar Anak di Hari Pertama Sekolah 13 Juli 2026
Tumpukan sampah yang diakibatkan oleh terbawa arus air itu berupa kayu, ranting, bambu dan sejenisnya dapat menghalangi jembatan gantung yang menjadi akses warga kecamatan setempat dan kecamatan tetangga yang melintas untuk mengakses menuju ibu kota kabupaten Aceh Timur.
Kapolsek Banda Alam Ipda Irwan Hadi Sagala, S.A.B., menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan secara gotong royong ini diikuti juga perangkat desa dan masyarakat Desa Panton Rayeuk M.
“Terlebih walau tidak berada di lantai jembatannya, namun sampah yang menumpuk, menabrak jembatan tersebut. Selain itu, kondisi jembatan sudah mengalami kemiringan sejak beberapa waktu lalu,” ujar Kapolsek.
Terlepas dari penanganan pasca bencana, Kapolsek juga menyampaikan terkait kondisi desa di wilayahnya yang juga mengalami musibah banjir.
Sebut Kapolsek, pihaknya telah memerintahkan kepada anggota Bhabinkamtibmas untuk aktif membantu masyarakat yang terkena musibah.
Ia berharap dari kegiatan penanganan pasca bencana tersebut, akan kembali meningkatkan kelancaran ekonomi masyarakat di desa. Pungkas Kapolsek Banda Alam Ipda Irwan Hadi Sagala, S.A.B.***

