Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Pembangunan gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) Gampong Paya Demam 4, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, telah mencapai 95 persen. Keuchik setempat berharap koperasi ini menjadi pusat dan “bank ekonomi” masyarakat, terutama pascabanjir.
Hal itu disampaikan Keuchik Gampong Paya Demam 4 saat meninjau progres pembangunan, Senin 29/6/2026. Saat ini, pengerjaan memasuki tahap penyelesaian akhir agar koperasi segera dapat diserahterimakan dan difungsikan.
Gedung koperasi berada di pusat pemukiman warga. Keuchik menilai posisi tersebut sangat strategis karena mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Lokasinya pas di tengah kampung. Ini diharapkan jadi pusat kegiatan ekonomi dan kemasyarakatan yang bisa diakses emak-emak, bapak-bapak, hingga anak muda,” ujarnya.
Koperasi Merah Putih merupakan lembaga ekonomi beranggotakan masyarakat desa. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk membangun kemandirian desa dari bawah, melalui prinsip gotong royong dan kekeluargaan.
“Prinsipnya gotong royong. Untungnya tidak lari ke luar, tapi kembali lagi ke anggota untuk membangun kampung,” jelas Keuchik.
Senada dengan itu, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas sebelumnya menyebut Koperasi Merah Putih sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan.
“Koperasi Merah Putih adalah tulang punggung ekonomi kerakyatan yang dibangun dari bawah. Di sinilah semangat gotong royong dan kemandirian tumbuh,” katanya.
Keuchik merinci sejumlah manfaat yang diharapkan setelah koperasi beroperasi:
- Stabilisasi Harga Sembako: Koperasi diharapkan menjadi penyeimbang harga kebutuhan pokok, sehingga warga tidak perlu jauh ke kota saat harga naik.
- Pemasaran UMKM: Menjadi tempat titip jual bagi produk warga seperti kerupuk, sayur, tenun, dan tikar pandan.
- Akses Permodalan: Menyediakan pinjaman modal usaha kecil dengan bunga ringan untuk warung, peternakan, atau pedagang keliling.
- Sisa Hasil Usaha (SHU): Keuntungan koperasi akan dibagikan kepada anggota setiap tahun.
Pembangunan koperasi ini muncul di tengah upaya pemulihan ekonomi warga pascabanjir yang melanda Aceh Timur. Antusiasme warga Paya Demam 4 disebut cukup tinggi.
“Banyak warga berharap koperasi ini jadi ‘warung kampung’ yang sekaligus mengangkat ekonomi warga,” kata Keuchik.
Ia menegaskan, keberhasilan koperasi tidak hanya bergantung pada pemerintah. “Ini bukan proyek pemerintah saja. Kuncinya ada pada warga. Jika ramai-ramai berbelanja dan berjualan di koperasi sendiri, Paya Demam 4 bisa menjadi contoh desa dengan ekonomi yang berputar di kampung,” pungkasnya.

