Infoacehtimur.com, Jakarta – Masyarakat aceh di jakarta melakukan aksi massa di depan gerbang Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, pada Kamis (25/6/2026). Warga Aceh menuntut keadilan atas potensi Minyak dan Gas (Migas) di wilayah lautan Aceh, yakni Migas di Blok South Andaman.
Massa meminta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk membatalkan dokumen Rencana Pengembangan 1 (Plan of Developmemt 1) karena dinilai hanya berpihak bagi pengusaha, tidak berpihak bagi Aceh maupun Indonesia.
Tuntutan utama dalam aksi tersebut adalah perihal Persentase Bagi Hasil Migas. Dokumen tersebut diketahui menentukan bahwa bagi hasil Migas di Lapangan Tangkulo Blok South Andaman, masing-masing Kontraktor ‘pengebor’ mendapatkan bagi hasil sejumlah 96 persen, Pemerintah Indonesia mendapatkan 4 persen.
4 persen jatah ‘Pemerintah Pusat’ tersebut dikembalikan bagi Aceh sejumlah 1,2 persen.
Massa meminta Menteri ESDM Bahlil agar membatalkan dokumen tersebut supaya melahirkan dokumen baru yang lebih adil bagi Negara Indonesia dan Provinsi Aceh.
Permintaan Audiensi Massa tidak dipenuhi oleh Kementerian ESDM, alasanyya Bahlil Lahadalia sedang tidak berada dikantor.

