Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Ratusan emak-emak dari Gampong Jawa, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, mendatangi Pendopo Bupati dan Kantor Camat Idi Rayeuk pada Kamis (19/2/2026) untuk mempertanyakan kejelasan data korban banjir hidrometeorologi.
Warga memprotes dugaan pencoretan sekitar 900 lebih kepala keluarga dari total 1.300 KK yang tersebar di lima dusun di Gampong Jawa.
Dari data yang beredar di masyarakat, hanya 131 KK yang namanya tercantum sebagai penerima bantuan. Aksi tersebut dihadiri oleh Tuha Peut, Sekdes, perwakilan lima dusun, tokoh masyarakat, rekan media, serta aparat keamanan.
Baca Juga: Bupati Aceh Timur Resmikan Pembangunan Huntara untuk Korban Banjir
Baca Juga: Minamas Plantation Hadirkan Bantuan Rp100 Juta untuk Korban Banjir Aceh Timur

Warga mengaku bingung dengan proses verifikasi yang dinilai berbelit dan tidak transparan, sehingga menimbulkan kegaduhan internal di Gampong Jawa.
Plt Kepala BPBD Aceh Timur, Syahrizal Fauzi, hadir langsung menemui warga dan menjelaskan mekanisme pendataan serta proses verifikasi yang sedang berjalan.
“Kami memahami kekhawatiran warga dan kami akan bekerja sama untuk memastikan data korban banjir akurat dan transparan,” kata Syahrizal Fauzi.
Warga menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga seluruh korban banjir benar-benar terdata secara adil dan transparan.

