Infoacehtimur.com, Internasional – Ratusan ribu warga Serbia turun ke jalan untuk melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di ibukota Beograd, Serbia. Mereka memprotes pemerintahan Presiden Aleksandar Vucic yang dianggap korup, tidak transparan, dan penuh nepotisme.
Menurut laporan Kementerian Dalam Negeri Serbia, setidaknya 107.000 orang ikut serta dalam aksi unjuk rasa ini. Namun, kelompok independen Public Assembly Archive memperkirakan jumlah demonstran mencapai 275.000 hingga 325.000 orang.
Mayoritas pengunjuk rasa terdiri dari mahasiswa dan kaum pekerja. Mereka menuntut perubahan dalam pemerintahan Serbia dan menolak korupsi, kebohongan, tekanan media, dan persekusi.
Baca Juga: Presiden Jokowi, Titip Pengawalan RUU Perampasan Aset di Akhir Masa Jabatannya
Baca Juga: 25 Tahun Lalu, Demonstrasi Terbesar dalam Sejarah Aceh Tuntut Referendum
Pemicu kemarahan publik terhadap pemerintahan Presiden Aleksandar Vucic adalah runtuhnya atap stasiun kereta di Novi Sad pada November lalu yang menewaskan 15 orang. Insiden ini memperburuk ketidakpuasan publik terhadap pemerintahan yang dianggap tidak transparan dan penuh nepotisme.
Aksi unjuk rasa ini telah menyebar ke berbagai kota besar serta pedesaan, menambah tekanan terhadap pemerintahan Presiden Aleksandar Vucic. Sejumlah pejabat tinggi, termasuk perdana menteri, telah mengundurkan diri dalam beberapa bulan terakhir.
Para demonstran berharap aksi ini membawa perubahan nyata dalam pemerintahan Serbia. Mereka juga melakukan momen mengheningkan cipta selama 15 menit pada pukul 11.52 siang dan malam hari sebagai bentuk penghormatan bagi para korban tragedi Novi Sad.