Infoacehtimur.com | Nasional – Sebuah misi kemanusiaan internasional mencuri perhatian warga Kalimantan Barat. Kapal amfibi milik Pasukan Bela Diri Jepang/JSDF tampak mendarat di Kawasan Pantai Karta / Pantai Kura-Kura, Kabupaten Bengkayang pada Kamis, (11/9/2026).
Peristiwa ini merupakan bagian dari misi penanggulangan bencana HADR – Humanitarian Assistance and Disaster Relief untuk membantu Pemerintah Indonesia memadamkan kebakaran hutan dan lahan/kathutla yang melanda wilayah Kalimantan Barat.
Armada dan kendaraan tempur tersebut bergerak dari kapal induk utama Jepang, JS Kunisaki LST-4003, yang bersandar di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah.
Fokus kedatangan pasukan beserta dukungan helikopter raksasa CH-47 Chinook ini adalah untuk membawa alat-alat logistik serta perlengkapan operasional pemadaman api di lapangan.
Momen paling bersejarah terjadi saat hovercraft LCAC bernomor 2105 dan 2106 milik JMSDF melakukan pendaratan amfibi dari kapal JS Kunisaki di Pesisir Karimunting, Kabupaten Bengkayang.
Baca Juga: Selundupkan Sabu 3 Kg, 2 Bocah Pelajar Aceh Ditangkap di Batam
Baca Juga: Operasi Narkoba: Kapolsek Indra Makmu Tangkap Dua Pelaku, Sitasi 34 Paket Sabu
Menariknya, pendaratan ini bukan yang pertama kali bagi JS Kunisaki dan dua hovercraft 2105-2106 di Indonesia.
21 tahun lalu, tepatnya 27 Januari 2005 pasca Tsunami Aceh, kapal yang sama JS Kunisaki LST-4003 dengan dua LCAC bernomor 2105 & 2106 juga melakukan pendaratan di pantai dekat Banda Aceh. Saat itu mereka membawa truk medis, peralatan, dan bantuan lainnya.
Operasi tersebut tercatat sebagai operasi bantuan militer Jepang terbesar ke luar negeri sejak Perang Dunia II.
Kini, takdir membawa mereka kembali ke Indonesia dengan misi yang sama: HADR – Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana.
Kedatangan pasukan Jepang ini menjadi simbol kuatnya hubungan bilateral Indonesia – Jepang dalam penanganan bencana dan kemanusiaan.

