Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Proses pemulihan pascabanjir bandang dan longsor November 2025 di Aceh masih berjalan. Namun serapan dana dan progres pembangunan di Aceh Timur masih tertinggal, khususnya untuk infrastruktur jembatan.
Berdasarkan data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) per 18 Agustus 2026, dari target 1.227 jembatan di wilayah terdampak “Serambi Mekah”, sebanyak 574 unit atau 46,8% telah selesai dibangun.
Yang jadi catatan adalah Aceh Timur. Dari pengadaan 41 jembatan yang menjadi kewenangan Pemkab Aceh Timur, belum satu pun yang dikerjakan hingga pertengahan Agustus 2026.
Kondisi ini berbeda dengan daerah lain:
- Bener Meriah: 135 jembatan kewenangan kabupaten. 15 sudah selesai, 120 masih proses. Sudah siapkan 10 paket rehabilitasi senilai Rp 19,2 miliar dan semua dalam tahap lelang.
- Aceh Utara: 71 jembatan. 37 unit rampung, 34 lainnya masih proses. Tapi belum merealisasikan penyerapan untuk perbaikan jembatan.
Foto anak SD yang melintasi jembatan gantung rusak di Gayo Lues yang viral Juli lalu juga menunjukkan bahwa titik yang belum selesai perlu dilihat berdasarkan status, lokasi, dan kewenangan pemerintah yang menanganinya.
Pemerintah pusat telah mentransfer Dana Transfer ke Daerah (TKD) tambahan sekitar Rp10,6 triliun untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar sejak akhir Mei lalu.
Untuk Aceh Timur dialokasikan Rp53,6 miliar. Namun berdasarkan laporan Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri per 24 Agustus 2026, realisasinya masih rendah.
Untuk rehabilitasi jembatan, Pemkab Aceh Timur baru mencatatkan 1 paket dengan pagu Rp1,3 miliar dan belum masuk proses lelang.
Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas PRR Tito Karnavian menegaskan anggaran tidak boleh stagnan.
“Saya akan turunkan tim Dirjen Keuangan Daerah dan Dirjen Bina Pembangunan Daerah untuk membantu agar anggaran tambahan jangan stagnan,” kata Tito.
Kemendagri dan Satgas PRR terus melakukan koordinasi, asistensi, dan monitoring agar TKD tambahan benar-benar digunakan untuk pemulihan, termasuk membangun infrastruktur yang lebih tahan bencana sesuai SE Mendagri No 900.1.3/1084/SJ.
Keterlambatan ini berdampak langsung ke warga. Akses sekolah, pasar, dan layanan kesehatan di sejumlah desa masih terganggu karena jembatan belum pulih.
Pemerintah pusat berharap daerah segera mempercepat proses administrasi dan lelang agar pembangunan 41 jembatan di Aceh Timur bisa segera dimulai.
Sumber: Satgas PRR & Kemendagri, 24 Agustus 2026 | Tempo.co


