Infoacehtimur.com | Internasional – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan tidak akan membawa negaranya kembali ke perang terbuka melawan Iran kecuali serangan Teheran menyebabkan korban jiwa di kalangan pasukan Amerika. Pernyataan itu disampaikan di tengah memanasnya ketegangan AS-Iran di Timur Tengah, Minggu 7 Juni 2026.
Sikap Trump ini muncul setelah Iran beberapa kali melancarkan serangan ke pangkalan-pangkalan AS di kawasan. Serangan tersebut memicu tekanan politik ke Gedung Putih sekaligus menimbulkan keraguan publik atas keberlangsungan gencatan senjata yang sudah berjalan beberapa pekan.
“Gencatan Senjata Bertahan Jika Tak Ada Korban Tewas”
Laporan The Wall Street Journal menyebut Trump secara pribadi mengatakan kepada para pembantunya bahwa gencatan senjata dengan Iran akan tetap dipertahankan selama tidak ada tentara AS yang terbunuh akibat serangan Iran.
Meski begitu, Trump tampak enggan mengubah serangan defensif AS menjadi perang skala penuh. Ia lebih memilih menahan eskalasi dan memberi ruang bagi jalur diplomasi dibanding membuka konflik lebih luas di Timur Tengah.
“Presiden AS itu lebih memilih menahan eskalasi dan memberi peluang bagi jalur diplomasi,” tulis laporan tersebut.
Pernyataan Trump muncul tak lama setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan AS dan Israel siap melanjutkan aksi militer terhadap Iran jika situasi mengharuskannya.
Dalam wawancara dengan CNBC, Netanyahu menyebut situasi saat ini sebagai “permainan taktis” antara pihak-pihak yang terlibat. Ia menegaskan keputusan akhir berada di tangan Trump.
“Iran tentu mengetahui apa yang telah dikatakan Trump, bahwa jika diperlukan akan ada kembalinya aksi militer skala penuh. Itu adalah keputusan presiden. Israel siap, dan pasukan Amerika juga siap,” kata Netanyahu.
Laporan terbaru menunjukkan bentrokan terbatas antara AS dan Iran masih terjadi meski kedua negara secara resmi mempertahankan gencatan senjata. Namun hingga kini, Trump masih berupaya menjaga agar ketegangan tidak berkembang menjadi perang besar baru di Timur Tengah.
Sebelumnya, Trump juga mengklaim gudang rudal Iran tinggal 22 persen usai serangan AS. Klaim itu menambah tensi politik di kawasan yang sudah rapuh.
- Sumber: The Wall Street Journal
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi terbaru dari Teheran terkait ultimatum Trump tersebut.


