Bupati juga mengingatkan bahwa kualitas pelayanan PDAM menjadi bagian penting dari pelayanan publik Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. Karena itu, capaian dan penghargaan yang diperoleh harus sejalan dengan kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kita ingin ada penjelasan yang baik dan terbuka. Jangan sampai capaian atau penghargaan yang diperoleh tidak sejalan dengan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Yang paling penting, pelanggan merasakan manfaatnya,” ujar Al-Farlaky.
Selain membenahi distribusi air bersih, Bupati meminta PDAM mengoptimalkan penyampaian informasi melalui berbagai kanal media sosial. Informasi mengenai gangguan teknis, kendala di lapangan, perkembangan penanganan, hingga capaian kinerja perusahaan harus disampaikan secara terbuka.
“Informasi mengenai gangguan teknis, kendala di lapangan, perkembangan penanganan, hingga capaian kinerja perusahaan harus disampaikan secara terbuka agar masyarakat mengetahui kondisi yang sebenarnya,” tegas Al-Farlaky.
Dalam kesempatan tersebut, Al-Farlaky juga menegaskan akan segera membentuk tim audit untuk mengevaluasi kondisi PDAM Tirta Peusada. Tim tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi persoalan yang menghambat pelayanan sekaligus merumuskan langkah pembenahan.
“Tim ini segera bekerja. Kita harus mencari jalan keluarnya. Kita tidak ingin pelanggan terus merasa tidak puas dengan pelayanan yang diberikan. Tujuan kita adalah melakukan perbaikan agar masyarakat mendapatkan layanan air bersih sebagaimana mestinya,” pungkas Al-Farlaky.
Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Peusada, Iskandar, mengakui masih terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan yang memengaruhi pelayanan. Ia menjelaskan, beberapa sistem pompanisasi yang digunakan saat ini sudah berusia tua sehingga membutuhkan perawatan rutin.
“Pihaknya menyatakan akan terus melakukan pembenahan terhadap sistem pelayanan dan operasional PDAM agar distribusi air bersih kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal,” tutup Iskandar.

