Al-Farlaky menyebut antrean haji saat ini sangat panjang, berbeda dengan masa lalu. Pemerintah pusat, kata dia, terus memperbaiki layanan, termasuk memisahkan pengelolaan haji dan umrah melalui lembaga khusus.
Di tingkat daerah, Pemkab Aceh Timur juga berkomitmen meningkatkan pelayanan. “Kita sudah siapkan lahan untuk pembangunan kantor layanan haji dan umrah,” ungkapnya.

Sebelum menutup sambutan, Bupati menitip doa kepada para jamaah. Ia meminta agar Aceh Timur dan Provinsi Aceh didoakan tetap aman dan terus berkembang.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan serta menghindari fitnah yang dapat mengganggu pembangunan. “Kami terbuka terhadap kritik dan saran yang konstruktif. Mari bersama-sama membangun Aceh Timur ke arah yang lebih baik,” tutupnya.
Bupati mendoakan seluruh jamaah diberi kelancaran ibadah dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

