Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Ada yang membuat dada sesak di Masjid Agung Darussalihin, Selasa 28/4/2026. Di antara 249 calon haji Aceh Timur yang duduk khidmat, seorang nenek 95 tahun menggenggam tasbih dengan tangan gemetar. Bibirnya tak henti bershalawat.
Namanya Nek Maimunah, Warga Gampong Seuneubok Bace. Usianya hampir satu abad, badannya ringkih dimakan waktu. Tapi hari ini, ia duduk di barisan depan sebagai tamu Allah.
“Saya Nabung dari Uang Jajan, Nak…” Tahun 2012, saat usianya 81, Nek Maimunah memulai mimpi yang bagi banyak orang mustahil: ke Tanah Suci.
Baca Juga: Kasus Kuota Jamaah Haji: Mantan Menteri Agama RI Ditahan KPK
Tak punya gaji. Tak punya sawah. Yang ia punya hanya uang jajan bulanan dari anak-anaknya.
Selembar. Dua lembar. Jajan yang bagi orang lain habis untuk beli kerupuk. Ia lipat, ia simpan, ia doakan.
14 tahun. 168 bulan. 5.110 kali matahari terbit. Di saat tenaganya makin habis, tabungannya justru makin hidup.
“Rasanya senang melebihi apa pun,” lirihnya. Suaranya bergetar, matanya berkaca. “Setelah penantian panjang… Allah panggil juga saya.”
Halaman Selanjutnya

