Infoacehtimur.com | Ekonomi – Nilai tukar rupiah melemah tajam hingga menembus level Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Tekanan terhadap rupiah dipicu kombinasi faktor global dan domestik yang muncul secara bersamaan, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dunia.
Kenaikan harga energi tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan global dan meningkatnya inflasi, sehingga investor berbondong-bondong beralih ke aset yang dinilai lebih aman seperti dolar AS. Kondisi ini turut menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Ekonom Maybank, Myrdal Gunarto, menilai pelemahan rupiah saat ini terutama dipicu oleh faktor eksternal yang berasal dari konflik geopolitik dan potensi gangguan rantai pasok energi global. “Kalau saya lihat sih ini memang murni dari tekanan global, terutama dampak perang yang luas,” ujar Myrdal.
Baca Juga: Wali Kota Lhokseumawe Gencar Bangun Kota Petro Dollar, Temui 3 Menteri di Jakarta
Baca Juga: Rupiah Diperkirakan Melemah dampak Pasar Waspadai Kebijakan Trump
Bank Indonesia dinilai perlu memperkuat langkah stabilisasi di pasar keuangan untuk meredam volatilitas nilai tukar. Menurut Myrdal, bank sentral dapat melakukan intervensi di pasar valuta asing maupun di pasar obligasi untuk menjaga stabilitas rupiah.

