Infoacehtimur.com – Mati lampu secara serentak disejumlah wilayah sumatera atau black out sumatera, yang terjadi beberapa waktu lalu ditengarai tidak terlepas akibat adanya permainan jahat dalam pengadaan batu barat oleh sejumlah perusahaan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Begini awalnya, Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri mengendus bau tindak pidana korupsi dan pencucian uang dalam pengadaan batu bara untuk sejumlah PLTU di indonesia, dan kasus PT Krakatau Steel, yang turut menjadi akibat black out Sumatera.
Lalu Polisi melakukan penyelidikan, memeriksa sejumlah dokumen, permintaan keterangan pihak terkait pengadaan, dan analisa.
Hasilnya, perkara naik tingkat penyidikan, pada 4 Juli 2026. Penggeledahan pun dilakukan, diantara 8 lokasi penggeledahan ialah disebuah bagunan cafe dan tempat penukaran uang. Disana, polisi menemukan sejumlah uang US Dollar dan Dollar Singapura dengan total Rp67,2 miliar.
Usai penggeledahan, muncul isu bahwa tempat yang digeledah oleh polisi itu berkaitan dengan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Namun, Humas Polda Metro Jaya tidak mengeluarkan statement terkait isu sangkut-paut yang menyeret Jampidsus dan mengaku mengedepankan asas praduga tak bersalah. Manajemen pengelola tempat yang digeledah, mengutip IDN Time, menyebut bahwa penggeledahan itu tidak akan menyeret Jampidsus Febrie Adriansyah.
Keramaian pun tumpah, publik mulai fokus menyorot perkembangan isu dan fakta proses pengusutan perkara.
Cek N Ricek
Sorotan publik menuju ke satu sudut kota, tepatnya ke sebuah Rumah Mewah di Jalan Radio, Kramat Pela, Jakarta Selatan. Tadi malam, Rabu (8/7/2026) malam, terpantau rumah Jampidsus, Febrie Adriansyah, dijaga ketat oleh aparat keamanan dari unsur TNI.
Dunia maya pun berisik dengan dugaan bahwa penjagaan ketat rumah Jaksa Jampidsus oleh TNI dilakukan karena sasaran penggeledahan selanjutnya adalah rumah itu.
Melihat agak jauh ke kebelakang, sebelumnya pada Agustus 2025, publik pernah ramai dengan sorotan terhadap penjagan ketat rumah Jampidsus Febrie Adriansyah oleh TNI karena diduga Polisi berencana melakukan penggeledahan.
Fakta saat itu, penjagaan rumah jaksa oleh TNI merupakan kerjasama pengamanan sesuai MoU Kejaksaan Agung bersama TNI.
Lantas, fakta yang akan tersaji kepada publik kali ini akan menyeret Jaksa Agung Jampidsus dalam kasus korupsi ?, Entahlah.

