Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Komitmen mewujudkan pendidikan ramah dan setara kembali ditegaskan di Kabupaten Aceh Timur. Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) sekaligus Bunda Inklusi Aceh Timur, Ny. Dra Anisah Saiful Bahri, melakukan kunjungan langsung ke MTsN 2 Aceh Timur, Kamis (23/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bunda Inklusi meninjau ruang kelas, berdialog dengan guru pendamping, dan melihat proses belajar mengajar peserta didik inklusi. Ia juga memberikan motivasi kepada para guru agar terus menghadirkan pelayanan terbaik bagi siswa berkebutuhan khusus.
Bunda Inklusi mengapresiasi keluarga besar MTsN 2 Aceh Timur yang telah konsisten menyelenggarakan pendidikan inklusif.
“Pendidikan inklusi adalah wujud nyata kepedulian kita terhadap masa depan seluruh anak bangsa. Mereka berhak mendapatkan kesempatan belajar yang sama dalam lingkungan yang ramah, nyaman, aman, dan penuh kasih sayang,” ungkap Ny. Dra. Anisah Saiful Bahri.
Baca Juga: Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Sebagai Upaya Pemerintah Mengetas Kemiskinan
Baca Juga: PAUD Inklusi Syedara Madani Buka Acara Peringatan Hari Anak di Aceh Timur
Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas sesuai kemampuan dan kebutuhannya masing-masing.
Kepala MTsN 2 Aceh Timur, Nuraini, S.Pd.I., M.Pd, menyampaikan terima kasih atas perhatian Bunda Inklusi. Ia menyebut kunjungan ini menjadi penyemangat bagi guru dan tenaga kependidikan.
“Kunjungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang ramah, inklusif, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta didik untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki,” ujar Nuraini.
Nuraini menegaskan, MTsN 2 Aceh Timur akan terus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan aman. Upaya itu dilakukan melalui kolaborasi guru pendamping, orang tua, serta pihak terkait agar siswa berkebutuhan khusus bisa berkembang secara akademik, karakter, dan kemandirian.
Kegiatan ditutup dengan peninjauan fasilitas pembelajaran dan sesi foto bersama. Diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, madrasah, dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan pendidikan inklusif berkualitas di Aceh Timur.

