Dprk Dorong, Bupati Komitmen: Pembangunan Jalan Banda Alam & Idi Tunong Ditargetkan 2027
Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Aspirasi masyarakat Kecamatan Banda Alam dan Idi Tunong terkait pembangunan infrastruktur jalan akhirnya mendapat respons langsung dari pemerintah daerah.
Ketua Komisi III DPRK Aceh Timur, Zulfahmi, S.H., menyebut jalan yang layak menjadi kebutuhan mendesak warga di dua kecamatan tersebut untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Aspirasi ini disampaikan Zulfahmi sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi infrastruktur yang selama ini dinilai menghambat mobilitas masyarakat, memperlambat aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan sosial, serta konektivitas antar desa dan antar kecamatan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Aceh Timur menyampaikan komitmen bahwa pembangunan jalan yang dibutuhkan masyarakat Banda Alam dan Idi Tunong akan diupayakan untuk direalisasikan pada tahun anggaran 2027.
Baca Juga: Zulfahmi: Masa Bicara Digitalisasi, Tapi 513 Desa di Aceh Timur Ada yang Susah Sinyal?
Baca Juga: Keputusan Bijak Demi Rakyat Aceh, Zulfahmi: Fokus Baru untuk Pemulihan dan Pembangunan
Realisasi tersebut akan disesuaikan dengan perencanaan dan kemampuan anggaran daerah.
Atas komitmen itu, Zulfahmi menyampaikan apresiasi kepada Bupati.
“Kami mengapresiasi komitmen Bapak Bupati Aceh Timur yang telah merespons aspirasi masyarakat Banda Alam dan Idi Tunong. Mudah-mudahan apa yang telah disampaikan ini dapat direalisasikan pada tahun 2027 dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Zulfahmi.
Zulfahmi menegaskan, tugas DPRK tidak berhenti pada penyampaian aspirasi. Ia berkomitmen untuk terus mengawal prosesnya hingga pembangunan benar-benar terlaksana.
“Komitmen saya adalah terus memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan kepada kami akan terus kami kawal sesuai dengan kewenangan DPRK, sehingga ada upaya nyata untuk mewujudkannya. Tentu semua harus melalui proses perencanaan dan penganggaran yang sesuai dengan ketentuan,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara berkelanjutan dan berdasarkan skala prioritas. Terutama pada ruas jalan yang memiliki nilai strategis bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
“Kita ingin pembangunan tidak hanya dilaksanakan sesaat, tetapi dilakukan secara berkelanjutan. Jalan yang baik akan membuka akses masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Banda Alam dan Idi Tunong,” jelas Zulfahmi.
Sebagai Ketua Komisi III yang membidangi pembangunan, Zulfahmi menyatakan kesiapannya menjalankan fungsi pengawasan.
“Kami di DPRK akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Kita tidak mencari siapa yang paling menonjol, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kebutuhan masyarakat dapat diwujudkan. Jika pemerintah memiliki komitmen, kami tentu akan mendukung dan mengawal agar pembangunan ini dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya.

