Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Di tengah gencarnya program digitalisasi, masih ada warga Aceh Timur yang harus naik ke atas bukit hanya untuk dapat 1 bar sinyal.
Kondisi ini yang disorot keras oleh Ketua Komisi III DPRK Aceh Timur, Zulfahmi, SH dalam forum interupsi, Selasa 1 September 2026.
Zulfahmi menyebut akses internet hari ini sama pentingnya dengan listrik dan air. Untuk sekolah, daftar bantuan, urus administrasi, bahkan jualan online semua butuh jaringan.
“Kita terus berbicara tentang digitalisasi dan modernisasi pelayanan, namun masih ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses jaringan. Ini PR besar kita bersama,” tegasnya.
Menurut data, Aceh Timur memiliki 24 kecamatan dan 513 desa. Zulfahmi menegaskan semua warga berhak mendapat layanan yang sama, termasuk mereka yang tinggal di pelosok.
Baca Juga: Zulfahmi: Harap Partai Aceh Terus Melahirkan Semangat Baru
Baca Juga: Pansus DPRK Aceh Timur Audiensi ke Komisi 1 DPRA, Bahas Konflik HGU di Aceh Timur dengan Masyarakat
“Jangan sampai ada anak sekolah ketinggalan materi gara-gara zonk sinyal. Jangan sampai UMKM tidak bisa naik kelas karena tidak bisa online,” ujarnya.
Menanggapi desakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mengapresiasi masukan Komisi III.
Pemkab berkomitmen memetakan titik-titik blank spot dan berkoordinasi dengan operator seluler serta Kominfo untuk memperluas jangkauan hingga ke seluruh pelosok desa.
Ini menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan agar seluruh warga bisa merasakan manfaat teknologi secara adil.
Dalam Paripurna LKPJ Bupati 2025, Komisi III juga melempar 2 rekomendasi strategis untuk mendongkrak ekonomi daerah:
1. BENTUK BAPENDA
Badan Pendapatan Daerah diperlukan agar pemungutan pajak dan retribusi lebih optimal. Targetnya jelas: genjot PAD Aceh Timur.
2. BENTUK BUMD PERIKAN
Aceh Timur punya laut dan hasil laut melimpah. Sayang jika tidak dikelola sendiri. BUMD Perikanan dinilai bisa jadi mesin pendapatan daerah baru.
“Ini wujud komitmen kami menyuarakan aspirasi rakyat. Pembangunan harus merata dan berkeadilan, tidak boleh ada yang tertinggal, baik karena sinyal maupun ekonomi,” pungkas Zulfahmi.

