Infoacehtimur.com | Aceh Timur – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus melakukan langkah pemulihan pascabencana untuk mengembalikan produktivitas sektor pertanian. Salah satu fokusnya adalah revitalisasi lahan persawahan dan pembenahan jaringan irigasi.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.Hi, M.Si menyampaikan, pihaknya bersama TNI saat ini sedang melakukan revitalisasi lahan persawahan seluas kurang lebih 1.600 hektare.
“Revitalisasi ini kita harapkan dapat memulihkan kembali produktivitas pertanian, khususnya di kawasan Simpang Ulim dan wilayah lain yang terdampak bencana,” ujar Al-Farlaky, Kamis (28/8/2026).
Selain revitalisasi sawah, Pemkab Aceh Timur juga tengah melakukan pembersihan saluran irigasi di kawasan Arakundo. Irigasi ini mengairi sekitar 12 desa di wilayah tersebut.
Baca Juga: Terancam Krisis Pangan, 3 Kecamatan di Aceh Timur Minta Haji Uma Kawal Perbaikan Irigasi
Baca Juga: Bupati Al-Farlaky Turun ke Sawah: “Petani Harus Kembali Menanam, Nggak Boleh Tunggu Lama”
Pekerjaan pembersihan ditargetkan berlangsung sekitar lima hari agar jaringan irigasi kembali berfungsi normal dan dapat mengaliri sawah warga.
“Ini bagian dari upaya kita untuk mengembalikan produksi padi agar meningkat dan normal kembali. Kita ingin Aceh Timur kembali menjadi salah satu lumbung pangan di Aceh,” tegas Al-Farlaky.
Bupati menegaskan penguatan sektor pangan menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.
Dengan dukungan Bulog dan seluruh pemangku kepentingan, ia berharap Aceh Timur tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sendiri.
“Harapan kita Aceh Timur bisa menjadi lumbung pangan untuk Aceh dan ke depan mampu menjadi salah satu daerah penyuplai pangan nasional,” pungkas Bupati Al-Farlaky.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat tani pascabencana sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

